The purpose of this website is to equip Christians in the truth by making available the finest classic & contemporary Reformed Theology articles.
God’s richest blessings on you.
The purpose of this website is to equip Christians in the truth by making available the finest classic & contemporary Reformed Theology articles.
God’s richest blessings on you.
Lihat juga: Anak yang Dipercepat
Kalau kita membuat kue bolu, dalam waktu satu jam lebih kita sudah tahu kue bolu kita berhasil atau gagal.
Kalau rasanya pahit atau kuenya tidak naik, kita tahu bahwa kita sudah
mengalami kegagalan.
Bagaimana dalam pendidikan anak? Apa kriteria berhasil?
Apa kriteria gagal?
Oleh: Lydia
Belajar. Jikalau kita mendengar (atau membaca) kata ini, apa sih yang muncul di pikiran kita? Berpikir? Membaca? Menghafal? Mengumpulkan informasi? Lalu, jikalau kita mendapat sebuah informasi ataupun memikirkan sesuatu, dari mana kita tahu apakah hal itu benar atau salah? Bagaimana memastikannya?
Ev. Maya Sianturi
Judul di atas adalah judul sebuah buku karya Akio Fujiwara, jurnalis dan penulis kebangsaan Jepang. Dalam buku tersebut, ia menceritakan suatu cerita yang diperolehnya dari jurnalis Afrika Selatan, Joao Silva, yang menemani rekannya sesama jurnalis, Kevin Carter, ke Sudan.
Lihat juga: Kalau Salah Mendidik Anak
Sekolah telah tiba, ayo sekolah mari bergembira! Apakah kalimat ini menjadi refleksi dari wajah anak-anak kita saat mereka kembali ke sekolah? Ataukah justru sebaliknya, anak-anak merasa tertekan dan tidak bergembira saat kembali ke sekolah?
By Dr. Gene Edward Veith
Most of the world’s faiths are cultural religions. Hinduism with its caste system and social rituals, is inextricably tied to the culture of India. Islam seeks to apply the Koranic law to every detail of society and so creates a specific culture, as evident throughout the Middle East. Tribal religions mythologize tribes’ customs, history, and social organization. Secular sociologists go so far as to define religion as a means of sanctioning the social order. According to this line of thought, cultural institutions are invested with a spiritual, divine significance, so that people will more obediently go along with them.