Belajarlah Mengasihi Ibu Mertua Anda


Kita perlu belajar mengasihi ibu mertua kita karena mengasihi sesame adalah perintah yang tertulis dalam Alkitab, maka Tuhan berjanji memberi kita kekuatan yang kita butuhkan untuk memenuhi perintah itu. 1 Korintus 13 merupakan ukuran kasih yang wajib kita terapkan dalam hubungan kita dengan suami. Namun, bagaimana dengan ibu dari suami kita? Apakah saya mengasihi dia? Maksudnya, apakah saya sudah benar-benar mengasihi dia dengan kasih yang dijelaskan dalam 1 Korintus 13?

Mari kita lihat bagaimana hasilnya dalam “Tes Mengasihi Ibu Mertua” berikut ini.

  1. Kasih Itu Sabar

Itu berarti memberi kesempatan bagi ibu mertua saya untuk menyesuaikan diri dengan perannya. Sabar berarti tidak mengharapkan kesempurnaan yang segera dari beliau namun memberi kesempatan baginya untuk belajar dan bertumbuh. Bersabar termasuk mengingatkannya ketika lupa bahwa anak laki-lakinya sekarang telah dewasa dan memiliki istri.

  1. Kasih Itu Murah Hati

Ini tentang kata-kata yang membangun bagi ibu mertua kita, bukan yang menghancurkannya. Murah hati juga harus ditunjukkan dengan tindakan-tindakan: murah hati dengan mengirimkan kartu “Saya sayang ibu”, berterima kasih karena beliau sudah membesarkan anaknya menjadi seorang suami yang hebat, dll..

  1. Kasih Tidak Cemburu

Kasih tidak cemburu ketika suami saya menelepon ibunya untuk mengobrol atau mengatakan, “Nasihat ibu sangat berguna bagiku.” Kasih tidak cemburu ketika ibu mertua membuat suasana yang menyenangkan bagi keluarganya sebelum saya menjadi bagian dari keluarga tersebut. Kasih tidak cemburu ketika ibu suami saya membelikan hadiah yang istimewa bagi suami saya dan dia lebih menyukai hadiah tersebut daripada hadiah saya.

  1. Kasih Tidak Memegahkan Diri

Kasih tidak pernah berkata, “Aku sudah bilang!” Bahkan ketika saya benar dan ibu mertua saya salah, jangan katakan itu. Kasih tidak menyombongkan talenta, prestasi, atau apa saja tentang saya.

  1. Kasih Tidak Sombong

Kasih tidak terlalu sombong untuk minta maaf bila saya melukai perasaannya. Kasih tidak sombong untuk mengatakan, “Aku tidak tahu pemecahan masalah ini. Ibu punya lebih banyak pengalaman dalam hal ini. Bisakah ibu membantu saya?”

  1. Kasih Tidak Melakukan yang Tidak Sopan

Kasih tidak kasar, memukul, menyakiti hati, atau kejam. Kasih tidak mudah marah atau berkata kasar di depan ibu mertua atau di belakangnya.

 

  1. Kasih Tidak Mencari Keuntungan Diri Sendiri

Kasih tidak merugikan suami, tetapi berbagi waktu suami dengan ibunya (dan ayah, kakak, dan adiknya).

  1. Kasih Tidak Pemarah

Respons pertama kasih terhadap komentar-komentar yang tampaknya tidak menyenangkan dari ibu mertua saya adalah tidak mudah marah, tetapi mencoba untuk melihat segala hal dari sudut pandangnya, meskipun dia senang dengan keraguan Anda.

  1. Kasih Tidak Menyimpan Kesalahan

Kasih tidak mengungkit-ungkit kesalahan-kesalahan masa lalu ibu mertua setiap kali terjadi berselisih dengannya. Kasih tidak menyimpan kesalahan (secara mental ataupun lainnya) dan dosa (yang nyata ataupun yang dibayangkan) yang pernah dilakukannya.

  1. Kasih Tidak Bersukacita Karena Ketidakadilan

Kasih tidak bersukacita atas dosa dan kelemahan ibu mertua jika saya rasa hal itu membuat saya terlihat lebih baik.

  1. Kasih Bersukacita Karena Kebenaran

Kasih berarti percaya penuh kepada ibu mertua bahkan di saat saya tidak ingin melakukannya sekalipun.

  1. Kasih Selalu Menutupi Segala Sesuatu

Kasih melindungi nama baik dan perasaan ibu mertua. Ini hanya bisa dilakukan bila saya tidak pernah mengatakan yang tidak baik tentang dia. Ketika dia membuat kesalahan, bila itu bukan masalah besar, saya mengabaikannya.

  1. Kasih Percaya Segala Sesuatu

Kasih membuat saya percaya pada kata-katanya. Bila dia berkata bahwa dia mengasihi dan menghormati saya, saya percaya kepadanya.

  1. Kasih Selalu Mengharapkan Segala Sesuatu

Kasih percaya bahwa dengan doa, segala sesuatu antara ibu mertua dan saya bisa lebih baik. Kasih tidak angkat tangan dan mengatakan,”Sudah tidak ada harapan.” Kasih berarti optimis dalam hubungan pada masa yang akan datang.

  1. Kasih Sabar Menanggung Segala Sesuatu

Kasih tidak pernah menyerah atas hubungan saya dengan ibu mertua, meskipun tampaknya tidak dapat diperbaiki lagi. Kasih tidak pernah menyerah dan berkata, “Lupakan! Siapa yang butuh dia?” Kasih terus berlanjut, bahkan ketika saya ingin berhenti [mengasihinya].

  1. Kasih Tidak Berkesudahan

Kasih berkata, “Tuhan akan selalu mengasihiku, apa pun yang saya lakukan. Saya juga akan selalu mengasihi ibu mertua saya.”

Hari ini sediakan waktu untuk mendoakan ibu mertua Anda. Tidak masalah Anda menyukainya atau tidak, mintalah pada Tuhan untuk menolong Anda belajar mengasihi dia dengan kasih yang diajarkan dalam 1 Korintus 13. Ingatlah, Dia berjanji untuk memberi Anda apa yang Anda perlukan untuk bisa melakukannya. (t/Ratri)

 

Diambil dari buku “From Blushing Bride to Wedded Wife”; Hak Cipta (c) 2006 oleh Marla Taviano. Diterbitkan oleh Harvest House

Publishers, Eugene, Oregon, Amerika Serikat.

Diterjemahkan dan disunting dari:

Judul asli artikel: Learning to Love Your Mother-In-Law

Nama situs: WT Online

Penulis: Marla Taviano