Expository Preaching


 

 

Penulis: Daniel Lucas Lukito

Sumber, bagian penutup dari artikel (judul asli): 490 TAHUN REFORMASI: APAKAH SOLA SCRIPTURA MASIH SECARA KONSISTENSI MENJADI PEGANGAN GEREJA-GEREJA REFORMED MASAKINI?

“In my heart, I have never been a Reformed pastor/theologian,” or “In my heart, I have always been a Reformed pastor/theologian.” -Carl F. H. Henry

================

“Selama beberapa tahun ini saya mengamati dan memperhatikan adanya sebuah gejala yang khas sekaligus aneh pada sebagian gereja yang berlatar belakang reformed dalam hal khotbah melalui mimbar pada hari minggu. Kalau disebut “khotbah melalui mimbar” hal itu berarti pada umumnya atau dapat dikatakan dilakukan kebanyakan pendeta atau sebagian calon pendeta yang boleh disebut sebagai pengkhotbah yang seharusnya menyuarakan denyut hati Allah melalui cara penelitian dan pemaparan isi Alkitab secara mendalam dan tepat. Gejala khas dan aneh tersebut adalah sebagai berikut: Pengkhotbah mengajak jemaat membaca satu perikop Alkitab yang dapat dikatakan sebagai ayat-ayat firman Tuhan yang akan menjadi fokus pembahasannya untuk hari minggu itu. Tetapi setelah itu, perikop Alkitab yang telah dibaca tersebut tidak digali atau tidak dieksposisi secara mendalam sepanjang sang pengkhotbah mengisi 30-45 menit yang disediakan baginya. Kalaupun ada, paling-paling perikop tersebut hanya disinggung atau disentuh sedikit-dikit secara superfisial dan tidak terlihat adanya hasil penggalian yang memadai secara historikal, grammatikal, leksikal, dan kontekstual.

Bagi saya hal ini adalah sebuah gejala yang mengarah pada sebuah persoalan yang serius yang akan dihadapi gereja-gereja umumnya dan gereja reformed khususnya di kemudian hari, sebuah persoalan yang akan melahirkan krisis multidimensional dalam pelayanan Kristen. Coba bayangkan: Apa jadinya jemaat atau generasi Kristen di masa mendatang bila hari ini mereka tidak dibina dan diarahkan oleh pendetanya (baca: pemimpin rohani atau gembalanya) dengan Alkitab secara mendalam dan tepat? Apabila hamba Tuhan tidak membekali atau memberi makan jemaatnya dengan firman Tuhan, mereka, yaitu jemaatnya, bukan hanya akan mengalami krisis dalam hal pengetahuan tentang firman Tuhan, mereka juga akan mengalami disorientasi dalam hal teologi sistematika, teologi biblika, teologi eksegetika, serta tentu saja teologi praktika. Lebih dari itu, krisis ini juga akan mempengaruhi pelayanan gereja baik yang dilakukan kaum profesional maupun jemaat awam. Jadi, mengutip kata-kata Carl F. H. Henry pada awal artikel ini: “Whither Reformed Theology today?,” mau ke mana arah gereja reformed masa kini? Saya rasa pilihan jawabannya harus secara jujur diberikan oleh para pendeta, pemimpin, dan teolog yang mengaku reformed; apakah mereka akan mengatakan: “In my heart, I have never been a Reformed pastor/theologian,” atau “In my heart, I have always been a Reformed pastor/theologian.” Bila jawaban yang terakhir tadi yang dipilih, maka marilah kita sama-sama merayakan 490 tahun Reformasi, sambil mengingat pesan rasul Paulus dalam 1 Timotius 4:16a: “Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu.”

Sumber:

About Jian Ming Zhong

In short, I am a five point calvinist, amillennial, post-trib rapture, paeudobaptistic (not for salvation), classical cessationism , and covenantal. I embrace Reformed Theology and subscribe to the WCF 1647. I do not break fellowship with anyone who holds to the essentials of the faith (i.e., the Trinity, the Deity of Christ, Jesus' Physical Resurrection, Virgin Birth, Salvation by Grace through Faith alone, Monotheism, and the Gospel being the death, burial, and resurrection of Jesus) but does not affirm Calvinist Theology in the non-essentials. I strongly believe that God's grace and mercy are so extensive that within the Christian community there is a wide range of beliefs and as long as the essentials are not violated, then anyone who holds to those essentials but differs in the non-essentials is my brother or sister in Christ. Romans 11:36 "For of Him and through Him and to Him are all things. To whom be Glory forever. Amen!"
This entry was posted in Articles. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s