Hello world!

522253_517228818304880_1644217493_nOur Motto:

902068_10202950144506212_6383755545477767798_o.jpg“Ecclesia reformata semper reformanda est secundum Verbum Dei”

(The church Reformed and always reforming according to the Word of God)

Our Purpose:

The purpose of this website is  to equip Christians in the truth by making available the finest classic & contemporary Reformed Theology articles.

God’s richest blessings on you.

NEWEST LINKS

World Mission Society Church of God

5 Reasons to Teach Your Kids About the Reformation  (Jeff Robinson)

Is Jesus the Only Way? (John MacArthur) (Video)

What Does It Mean To Be Reformed

Miracles for Sale – Darren Brown (Subtitle Indonesia)

The Erosion Of God-Centered Worship

Our Sufficiency in Christ: Bible-Believing Doubters (Indonesian)

Is Jesus the Only Way of Salvation? – R.C.Sproul (Video)

Posted in Uncategorized | 1 Comment

Happy Birthday John Calvin (1509-1564)

John Calvin (1509-1564) was born in France and became a lawyer and later a theology student. He wrote the Institutes of the Christian Religion. He was introduced to Luther’s teachings while he was a student in Paris and agreed with Luther’s views on predestination. He created and systemized the Reformed tradition in Protestantism.

Strange but True

  • For much of his life, John Calvin was very sick. He had migraine headaches, arthritis, kidney stones, gout, and more. Sometimes people had to carry him to the pulpit so he could preach.
  • Because of his illnesses and stomach troubles, John often ate only one meal a day.
  • John was only 55 years old when he died, but in the 16th century that wasn’t so young, since many people died before age 50.

We’re not sure where John is buried because he didn’t want his grave to have a name on it. (He wanted people to honor God, not him.)

John Calvin and You

If your church is a Reformed Church, you’re connected to John Calvin!
Years ago in the Netherlands, many Dutch people followed the teachings of John Calvin in what they called “Reformed” churches. When Dutch people came to live in Canada and the United States, they started Reformed churches in their new homeland.
Today,  Reformed people aren’t only Dutch—they’re African American, Cuban, Hmong, Korean, Navajo, Nigerian, and more. John Calvin has touched the lives of people all over the world!

Things and People Named After John Calvin

John Calvin Coolidge, the 30th President of the United States

Calvin in the cartoon “Calvin and Hobbes”

Calvin College in Grand Rapids, Michigan

Calvin Theological Seminary

Click here to read more about John Calvin.

 

 

Posted in Biography, Theologian | Leave a comment

5 Reasons You Should Delight in Theology

Written by.

Robert Jenson once observed that theology is “a sort of grammar. The church, we must say, is the community that speaks Christianese, and theology formulates the syntax and semantics of this language.”

The word theology, made up of the words theos (God) and logos (word), literally means “words about God” or “God talk.” Talking about God is doing theology, and theology is a multi-faceted discipline that describes who God is and what he does. When we say “God is love” or “Jesus is Lord” or “We need a Savior,” we’re doing theology, because we’re talking about God. We’re describing him in some way, whether it’s a direct attribute (God is good) or something he says about us (we’re not good).

Continue reading

Posted in Articles | Leave a comment

Positive Thinking

Positive Thinking makin populer akhir-akhir ini, bukan saja karena kata itu sendiri sudah memberi kesan positif tetapi juga karena menekankan kekuatan berfikir ‘think’ yang menjadikan gengsi generasi masakini. Buku-buku bertema positive thinking makin banyak diterbitkan dan seminar-seminar demikian ramai diadakan di perusahaan-perusahaan. Bukan hanya itu belakangan ini makin banyak pendeta mengikuti pelatihan positive thinking dan banyak gereja mulai mengundang para ‘positive thinkers.’ Di balik itu sudah mulai ada gereja-gereja yang menyadari bahwa pemikiran demikian sekalipun menarik membawa misi yang kontra produktif bagi iman kristen, itulah sebabnya YABINA dalam tiga bulan terakhir ini diundang banyak gereja untuk membahas masalah Positive Thinking itu.

PENGARUH ajaran positive thinking menyebar dengan luar biasa. Bila kita membaca koran, akan sering ditawarkan pelatihan-pelatihan dan seminar yang menonjolkan ‘Program Pengembangan Diri’ (self improvement program / human development program).

Berbagai istilah dipopulerkan dalam pelatihan/seminar demikian, seperti percaya diri, perbaikan diri, potensi diri, pencapaian diri, aktualisasi diri dan lainnya yang pada umumnya menekankan bahwa manusia memiliki kekuatan/ kuasa diri yang dapat dikembangkan demi mencapai sukses hidup.

DIRI (SELF)

Secara umum, diri (self) manusia dipercaya memiliki kekuatan atau kuasa yang sudah inheren di dalam diri manusia. Diri (self) manusia ini dianggap mengandung kekuatan yang bisa digali oleh manusia. Diri ini disebut dalam berbagai nama seperti potensi, kekuatan, daya batin, kuasa yang dalam serial film Star Wars dikenal sebagai The Force.

Dalam pelatihan/seminar pengembangan diri, memang nama ‘diri’ itu bisa dijumpai dalam berbagai sebutan yang menarik. Misalnya Anthony Robbins menyebutnya ‘the giant within you,’ HND-Training di Bandung menyebutnya ‘the diamond in you.’

Diri yang memiliki kekuatan ini dalam istilah mistik yang melatarbelakanginya disebut dalam berbagai nama, seperti chi (China), Kundalini/Prana (India), ki/reiki (Jepang), dan Tenaga Dalam/ sukma kawekas (Indonesia/Jawa) .

Sejalan dengan keyakinan mistik yang menganggap bahwa diri manusia itu bersifat ilahi atau bagian dari kekuatan keilahian (micro cosmos), maka sering diri manusia itu diidentikkan dengan ke ilahian dan juga dikaitkan dengan konsep theisme kristen.

Bebetrapa buku mengenai Gerakan Zaman Baru (new age) menyamakan Chi sebagai ‘ruach elohim,’ bahkan Carl Jung pakar psikologi yang terpengaruh ajaran mistik timur itu menyebut diri manusia sebagai ‘Imago Dei’ gambar Allah dalam diri manusia.

Tidak kurang beberapa pelatih pengembangan diri yang beragama Kristen mempopulerkannya sikretisme konsep diri mistik dengan kekristenan dan menyebutnya sebagai ‘the leader within you’ (John C. Maxwell), ‘the huge reservoir’ (Norman Vincent Peale), dan mendorong orang mengucap ‘My strength is made perfect in my strengths’ (Purpose Driven Life).

Paulus Winarto sering diundang gereja-gereja untuk membawakan pelatihan yang pernah ditulisnya dalam buku ‘reach your maximum potential’ dan tidak kurang tokoh persekutuan mahasiswa Kristen mengajarkan hal yang sama (Dale Carnegie) .

Secara umum pengidentifikasian konsep ‘Diri’ dengan ‘Tuhan’ menempatkan manusia setara dengan Allah. Salah seorang tokoh Gerakan Zaman Baru (new age) yaitu Shirley Mc.Laine menyebut dengan lantang: “I am god.”

SUKSES

Bila kita mengamati pelatihan/ seminar pengembangan diri itu, apakah itu dilakukan oleh seorang new ager maupun yang beragama kristen, umumnya yang ditawarkan adalah dengan kemampuan dalam diri seseorang bisa dicapai sukses dan kehidupan berkelimpahan.

Sukses disini yang dimaksudkan adalah sukses menurut ukuran dunia, jabatan tinggi dengan penghasilan yang tinggi pula.

Sumber: YABINA

MISI YABINA

Pengaruh yang begitu kuat pelatihan/seminar pengembangan diri yang menarik banyak orang dunia termasuk juga orang kristen yang bahkan mengadakan pelatihan/seminar yang sama di lingkungan gereja, tentu saja mendapat tanggapan dari banyak orang Kristen lainnya.

Posted in Articles | Leave a comment

When I Don’t Feel Successful

by J.R. Vassar

Since Adam and Eve bit on the first temptation, failure has been a part of our human experience. As God’s image bearers, we are capable of remarkable things. But as fallen image bearers, we are simultaneously capable of terrible things. From small mistakes to colossal meltdowns, we are all too familiar with the pain and shame of failure. But, in His grace, God redeems the failures of His people, and He will use them to shape and form our lives. Continue reading

Posted in Devotional | Leave a comment

ONE MOVE LEFT!

Chess is by far my favourite board game of all.

It isa two-player strategy board game played on a checkered board with 64 squares arranged in an eight-by-eight grid. Each player begins the game with 16 pieces: one king, one queen, two rooks, two knights, two bishops, and eight pawns. Each of the six piece types moves differently, but the King is the most important piece of all.

Continue reading

Posted in Articles | 1 Comment