Kecewa Pada Gereja?


Oleh: Jeffrey Siauw

Alkitab dengan jelas sekali menegaskan bahwa kita semua, tanpa terkecuali, adalah orang-orang berdosa. Tidak peduli berapa tinggi atau rendahnya pendidikan kita, tidak peduli berapa kaya atau miskinnya kita, tidak peduli juga apakah kita orang Kristen atau bukan, kita manusia yang sama-sama berdosa. Dan karena orang-orang Kristen yang juga berdosa itu berkumpul di gereja, maka gereja juga bisa disebut sebagai kumpulan orang berdosa.

Itu sebabnya kita banyak menemukan dosa di dalam gereja. Ada ketidakadilan, perebutan kekuasaan, iri hati, ketamakan, keegoisan, dan segala macam dosa lainnya di tengah lingkungan gereja. Maka lucu sekali kalau ada orang yang meninggalkan gereja karena kecewa melihat orang Kristen melakukan dosa. Lha wong memang orang berdosa kok! Gereja bukan kumpulan malaikat, tetapi kumpulan orang berdosa.

Pertama, saya tidak mengatakan kita harus memaklumi dosa. Memaklumi itu beda dengan mengerti. Memaklumi dosa adalah menganggap dosa itu tidak apa-apa, tetapi mengerti adalah tahu dan paham mengapa itu terjadi.

Saya berikan contoh. Ketika di dalam pelayanan gereja ada yang iri melihat orang lain ‘sukses’ dan dipuji orang, kita bisa mengerti bahwa hal itu keluar dari ego dan keinginan dia untuk terlihat signifikan. Kita bisa mengerti bahwa memang sulit bergumul dengan dosa ‘supaya dilihat orang’. Kita bisa mengerti bahwa tidak banyak orang yang bisa dengan sepenuh hati melayani sekalipun tidak dilihat dan dipuji orang. Tetapi kita TIDAK BISA MEMAKLUMINYA! Dosa tetap adalah dosa. Kita tidak memaklumi dosa, tetapi mengerti mengapa ada banyak dosa terjadi di kalangan orang percaya dan di tengah gereja. Dan kita berdukacita untuk itu, kita memohon Tuhan yang terus membentuk anak-anakNya dan menjauhkan dosa dari tengah umatNya.

Kedua, satu hal sangat penting yang harus kita ingat adalah, orang yang percaya kepada Kristus bukanlah orang berdosa biasa. Kristus sudah menyucikan kita dan menebus dosa kita. Kristus sudah membangkitkan kita dan menghidupkan kita dari kematian rohani. Maka gereja memang adalah kumpulan orang berdosa, tetapi kumpulan orang berdosa yang sudah ditebus oleh Kristus. Ini perbedaan besar!

Orang yang percaya kepada Kristus memang masih bisa dan seringkali melakukan dosa, tetapi dosa itu sudah menjadi suatu ‘barang’ yang asing baginya karena dia adalah ciptaan baru. Dia sudah dihidupkan dari kematian rohani, maka dia tidak lagi hidup dalam dosa. Tetapi karena dia pernah hidup dalam dosa dan masih hidup dalam dunia berdosa, tarikan untuk berbuat dosa sangat kuat. Itu sebabnya seringkali kita melihat orang yang sudah percaya kepada Tuhan pun melakukan dosa. Tetapi perbedaan yang sangat besar dengan orang yang tidak percaya adalah, dia sudah dan sedang disucikan terus oleh Tuhan karena Roh Kudus ada di dalam dirinya. Dia adalah bagian dari keluarga Allah yang suatu kali nanti, bersama kita dan semua orang percaya, akan berdiri di hadapan Tuhan.

Ketiga, jangan pernah menjauhkan diri dari gereja karena dosa orang-orang di dalamnya. Ada ungkapan dari orang yang kecewa kepada gereja “makin lihat dapurnya gereja, makin tahu kotornya, maka lebih baik jangan lihat dapurnya”. Ungkapan itu menyatakan “lebih baik tidak banyak terlibat dan kenal banyak orang di gereja, daripada kita kecewa karena menemukan banyak dosa”. Tetapi bukan itu yang Tuhan maksudkan. Yesus mati untuk gerejaNya! Kita dan saudara-saudara kita sesama orang percaya, adalah orang-orang berdosa yang sudah ditebus oleh Kristus. Kita saling membutuhkan untuk mendorong dan menarik satu sama lain makin dekat kepada Kristus. Maka kita tidak bisa dan tidak boleh mengabaikan saudara-saudara kita yang lain, dengan mementingkan rasa nyaman kita dengan tidak mau tahu dosa orang lain.

Jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran. Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita daripada segala dosa” (1 Yoh 1:6-7)

Komentar-komentar:

Anonymous said…

kalo saya malah ga suka orang2 munafik dalam gereja ko..
http://maredona.blogs.friendster.com/my_blog/2007/04/hypocrite_peopl.html

Jeffrey Siauw said…

Nggak ada yang suka orang munafik. Nggak ada yang suka orang yang kalau ngomong rohani, tapi tindakannya jauh dari itu. Tapi yang saya mau ajak lihat: Pertama, kita semua sama, lemah. Itu sebabnya kita semua bisa jadi ‘munafik’ dalam arti kadang2 apa yang kita ngomong tdk sesuai dgn tindakan kita. Kedua, kalau kita bertemu dgn orang yang sungguh2 munafik dlm gereja, yg omongan dan tindakan total berbeda dan itu terus terulang, ada 2 kemungkinan: dia belum pernah bertobat, atau dia sudah bertobat tetapi dosa masih menguasai dia. Kita bisa mengerti kenapa ada orang seperti itu, yaitu karena dosa, tetapi kita tdk bisa memaklumi. Ttp point saya yang terakhir adalah jangan memandang buruk seluruh grj krn ada org-org yg melakukan dosa dlm grj. Itu tdk fair. Grj memang kumpulan org-org berdosa. Tetapi juga jangan putus asa, krn di dalamnya bukan org berdosa biasa, tetapi orang berdosa yg sudah ditebus Kristus (kecuali yg belum pernah bertobat). Maka bukannya musti tinggalkan grj, tetapi kita musti saling membangun dan menarik utk bertumbuh.

Abraham Sugiharto said…

Hi Ko, salam kenal aja.🙂

Hari2 ini saya sedang bergumul dengan Tuhan. Saya baru keluar dari salah satu gereja (di kota saya kuliah) karena saya sempet kecewa dengan orang2 didalamnya. Tuhan memang ajarkan saya banyak hal tentang menghakimi orang lain, namun tampaknya saya sudah salah mindset sejak pertama masuk gereja ini bahwa ada gereja yang sempurna. Jujur, memang saya tidak suka ketika gereja mengajak jemaat gereja lain untuk tertanam di gereja mereka, saya tidak suka ketika komsel hanya dibuat terlalu “fun” tanpa ada kesungguhan terhadap Tuhan dan ada beberapa hal2 lain. Saya cerita apa adanya ketika Gembala dan ketua komsel ketika mereka bertanya. Dan akhirnya saya putuskan untuk keluar, jujur memang pertama kali rasanya tidak enak, jadi sekarang saya selalu pulang tiap minggu, tapi kalau tidak pulang saya ke gereja ini lagi (untuk memastikan bahwa saya tidak menyimpan kepahitan). Saya hanya minta Tuhan tolong saya untuk tetap berjalan bersamaNya. dan belajar seirama dengan langkahNya. God bless you ko. Thanks articlenya.

Jeffrey Siauw said…

Halo Abraham, sorry saya missed balas comment nya.
Memang nggak ada gereja yang sempurna, tapi kita perlu berjuang mambwa gereja untuk sebisa mungkin, sebaik mungkin, sedekat mungkin,kepada maksud Tuhan.
Tuhan tolong kamu untuk temukan dan bangun gereja yang seperti itu. God bless!

About Jian Ming Zhong

In short, I am a five point calvinist, amillennial, post-trib rapture, paeudobaptistic (not for salvation), classical cessationism , and covenantal. I embrace Reformed Theology and subscribe to the WCF 1647. I do not break fellowship with anyone who holds to the essentials of the faith (i.e., the Trinity, the Deity of Christ, Jesus' Physical Resurrection, Virgin Birth, Salvation by Grace through Faith alone, Monotheism, and the Gospel being the death, burial, and resurrection of Jesus) but does not affirm Calvinist Theology in the non-essentials. I strongly believe that God's grace and mercy are so extensive that within the Christian community there is a wide range of beliefs and as long as the essentials are not violated, then anyone who holds to those essentials but differs in the non-essentials is my brother or sister in Christ. Romans 11:36 "For of Him and through Him and to Him are all things. To whom be Glory forever. Amen!"
This entry was posted in Articles, Devotional. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s