Menggali Kembali Nilai Strategis Kelompok Kecil Dalam Pemuridan


Oleh: Erick Sudharma

“Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus.  Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasanya, yang bekerja dengan kuat di dalam aku”
(Kolose 1:28-29).

WHAT
Apa itu pemuridan?  Tidak lain dari proses “memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus.”  Namun, apa artinya?

Terjemahan lain untuk “kesempurnaan” adalah “dewasa.”  Dari kata Yunani teleios.  Dalam Septuaginta, kata ini digunakan untuk menerjemahkan kata-kata Ibrani syalem dan tamim.  Keduanya menyatakan gagasan totalitas.  Kata ini digunakan untuk hal “berpaut kepada Allah dengan sepenuh hati” (1 Raj 8:61; 11:4).  Juga untuk “hidup dengan tak bercela di hadapan Tuhan” (Kej 6:9; Ul 18:13).  Dengan kata lain, percaya penuh kepada Allah dan taat penuh kepada firman-Nya.  Keduanya tak terpisahkan, ibarat dua sisi dari satu mata uang.

Rupanya, kata “dewasa” digunakan dalam arti yang sama di sini.  Dalam ps. 4:12, Rasul Paulus menggambarkan “orang-orang dewasa” (Yun. teleoi) sebagai mereka yang “berdiri teguh, … dan yang berkeyakinan penuh dengan segala yang dikehendaki Allah.”  Dengan kata lain, taat penuh dan percaya penuh hanya kepada kehendak Allah.  Jadi, “dewasa dalam Kristus” berarti sepenuhnya mengorientasikan diri – pikiran, perasaan, dan perbuatan – pada kehendak Allah.

Ini sesuai dengan arti kata “murid” sendiri.  Dari kata Ibarni talmid atau limud dan Yunani mathetes.  Artinya, bukan sekedar pelajar, tetapi pengabdi.

Jadi, pemuridan adalah proses menanamkan dan membangun orientasi diri dan hidup setiap orang percaya pada kehendak Allah semata.  Atau, proses mengisi dan memenuhkan hatinya dengan tekad Kristus sendiri: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya” (Yoh 4:34).

HOW
Bagaimana Memuridkan?
Pertama, dengan memberikan bimbingan, pengajaran, dan pendisiplinan yang bersifat personal, kontinual, dan progresif.  “Tiap-tiap orang kami (senantiasa) nasihati dan tiap-tiap orang (senantiasa) kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus.”  “Ajari” di sini bukan cuma menjelaskan pokok-pokok kekristenan, tetapi juga melatih dan mendisiplin perilaku keseharian, sehingga selaras dengan perilaku Tuhan Yesus Kristus sebagai teladan utama.  Karena sasaran dari pengajaran tersebut adalah “dewasa dalam Kristus” alias hidup yang diorientasikan sepenuhnya pada kehendak Allah.  Karena itu jugalah Rasul Paulus berkata, “Dialah (Kristus) yang kami beritakan, …” (bdk. Mat 28:20a; 1 Yoh 2:6).

Kedua, dengan mengonsentrasikan seluruh sepak terjang pelayanan pada pemuridan.  “Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya, yang bekerja dengan kuat di dalam aku.”  Jadi, semua program pembinaan yang diselenggarakan, apa pun itu, harus dalam rangka memuridkan, atau mendukung pemuridan.

Akhirnya, secara lebih konkret, dengan memilih memilih beberapa orang untuk dimuridkan secara langsung, personal, kontinual, dan progresif, sehingga pada gilirannya mereka dapat memuridkan yang lain dengan cara yang sama.  Strategi inilah yang digunakan oleh Tuhan Yesus (Mat 28:16-20) dan Rasul Paulus (Kis 20:27-28).  Jadi, pembinaan dalam kelompok kecil memiliki nilai yang sangat strategis dalam pemuridan.

WHY
Mengapa harus pemuridan?
Pertama, karena itulah tujuan kedatangan Tuhan Yesus Kristus ke dalam dunia ini. Alkitab mengajarkan, bahwa panggilan keselamatan selalu mencakup panggilan kemuridan.  Coba lihat!  Pada kenyataannya, Tuhan Yesus memanggil Lewi untuk mengikuti-Nya.  “Ikutlah Aku,” kata-Nya.  “Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia” (Luk 5:27-28).  Kenyataan ini menegaskan, bahwa Ia tidak pernah datang hanya untuk menjadi Juruselamat manusia, tetapi juga Tuhannya.  Ia tidak pernah datang hanya untuk menyelamatkan kita, tetapi juga menjadikan kita murid-murid-Nya.  Kepada ribuan jiwa yang mendengar khotbahnya, Rasul Petrus berkata, “Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus”  (Kis 2:36).  Karena itu, teolog Anthony A. Hoekema berkata dengan tegas, “Tidak seorang pun yang dapat menerima Kristus sebagai Juruselamat tanpa sekaligus menerima-Nya sebagai Tuhan.”

Kedua, karena mandat ilahi yang dipercayakan kepada kita.  “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku …” (Mat 28:19a).  Terjemahan yang lebih tepat adalah:  “… muridkanlah (Yun. matheteuo) semua bangsa.”

Ketiga, karena pemuridan merupakan kebutuhan hakiki setiap orang percaya.  Kembali kepada Kolose 1:28:  “… tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus.”  Kata “tiap-tiap” (Yun. pante) beroleh penekanan khusus.  Setiap orang percaya membutuhkan bimbingan, pengajaran, dan pendisiplinan personal agar mengalami pertumbuhan rohani yang baik.

Keempat, demi kelangsungan pemuridan itu sendiri dari generasi ke generasi.  Kepada Timotius, muridnya, Rasul Paulus memerintahkan, “Apa yang telah engkau dengar daripadaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain” (2 Tim 2:2).

WHO
Siapa yang dipanggil untuk memuridkan?

Pertama, dia haruslah seorang murid.  “Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus” (1 Kor 11:1).

Kedua, dia juga harus setia kepada kebenaran.  Dengan kata lain, memiliki integritas. “Apa yang telah engkau dengar daripadaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain” (2 Tim 2:2).  “Cakap” di sini bukan terutama “terampil,” tetapi “tepat.”  Kata ini sejajar dengan “dapat dipercayai,” atau tepatnya “setia” (Yun. pistos).  Jadi, yang tepat mengajarkan firman Allah adalah yang setia kepadanya.

WHERE
Di mana memuridkan?  Tidak terbatas pada tempat atau acara tertentu.  “Baik di muka umum mau pun dalam perkumpulan-perkumpulan di rumah kamu” (Kis 20:20).

WHEN
Kapan dan berapa lama memuridkan?  Tidak dibatasi oleh jadwal pertemuan kelompok, dan selama periode tertentu yang Tuhan percayakan.  “Tiga tahun lamanya, siang malam” (Kis 20:31).

About Jian Ming Zhong

In short, I am a five point calvinist, amillennial, post-trib rapture, paeudobaptistic (not for salvation), classical cessationism , and covenantal. I embrace Reformed Theology and subscribe to the WCF 1647. I do not break fellowship with anyone who holds to the essentials of the faith (i.e., the Trinity, the Deity of Christ, Jesus' Physical Resurrection, Virgin Birth, Salvation by Grace through Faith alone, Monotheism, and the Gospel being the death, burial, and resurrection of Jesus) but does not affirm Calvinist Theology in the non-essentials. I strongly believe that God's grace and mercy are so extensive that within the Christian community there is a wide range of beliefs and as long as the essentials are not violated, then anyone who holds to those essentials but differs in the non-essentials is my brother or sister in Christ. Romans 11:36 "For of Him and through Him and to Him are all things. To whom be Glory forever. Amen!"
This entry was posted in Articles. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s