Amazing Marriage of B.B. Warfield


Read also:

Benjamin Breckinridge Warfield (Devotion)

Benjamin Breckinridge Warfield(Article)

Oleh: Nike Pamela, MA

A firm faith in the universal providence of God is the solution of all earthly troubles – B.B. Warfiel

Orang Kristen modern yang hidup di era sekarang mungkin kurang mengenal nama  Benjamin B. Warfield. Jika mempelajari sejarah kekristenan, abad XX ditandai dengankehadiran 3 orang pemimpin besar dalam dunia teologi, yaitu Abraham Kuyper, Herman Bavinck dan Benjamin Warfield. Kuyper dam Bavinck berada di Belanda sedangkanWarfield di Amerika. Kuyper dan Bavinck, selain terlibat dalam dunia teologi, aktif berkancah dalam dunia politik maupun lembaga kegerejaan. Sedangkan Warfield lebih banyak menghabiskan waktunya dengan mengajar dan menulis buku maupun artikel, dia sangat jarang terlibat dalam lembaga kegerejaan apalagi politik. Kegemarannya menulis nyata terlihat dari literatur-literaturnya antara lain Biblical Doctrines, Faith and Life, Inspiration and Authority of the Bible, Counterfeit Miracles dan tulisan-tulisan lain yang terlalu banyak untuk disebutkan di sini. Terlepas dari ‘kebesaran’ Warfield dalam dunia pengajaran dan literatur, sebenarnya ada sisi yang menarik dari kehidupan pribadi Warfield, yaituperkawinannya, yang dapat disebut sebagai ‘inspiring marriage’.

Latar Belakang Kehidupan dan Pendidikan

Terlahir dengan nama Benjamin Breckinridge Warfield (BBW), Warfield lahir di Lexington, Kentucky pada 5 November 1851. BBW memiliki latar belakang keluarga dengan perekonomian yang mapan, strata sosial yang tinggi dan pendidikan yang sangat memadai. Ayahnya, William Warfield, adalah seorang yang kaya, yang meneruskan warisan kakeknya, Richard Warfield, orang kaya di daerah Maryland pada abad ke-17. Sedangkan ibunya, Mary Cabell Breckinridge, adalah keturunan dari Robert Jefferson Breckinridge, pemimpin dari Old School Presbyterians, penulis, dan juga politikus. Paman Warfield, John C. Breckinridge, adalah wakil presiden ke-14 dari Amerika Serikat. Dengan latar belakang keluarga yang demikian, BBW menikmati semua fasilitas yang layak untuk kelas keluarga kaya. Dia menjalani pendidikannya di Lexington lewat bimbingan privat dari Lewis G. Harbour, ahli matematika di Central University dan James K. Patterson, pimpinan dari State College of Kentucky. Selanjutnya dia memasuki College of New Jersey (sekarang Princeton University) di bidang matematika dan sains pada tahun 1868 dan lulus pada 1871 dengan hasil yang sangat memuaskan. Perjalanannya ke Eropa pada permulaan Februari 1872 menimbulkan kerinduan BBW untuk melanjutkan studi-nya di seminary sampai akhirnya sekembalinya ke Amerika, dia memasuki Princeton Theological Seminary pada September 1873. Pendidikan seminary-nya diselesaikan pada Mei 1876 dan selanjutnya dia melayani bidang pengembalaan jemaat di First Presbyterian Church di Dayton, Ohio.

BBW dan Princeton Theological Seminary

Princeton Theological Seminary adalah tempat pelayanan yang identik dengan eksistensi BBW. Bahkan George M. Marsden menjuluki BBW sebagai“Lion of Princeton”. Sebelum melayani di Princeton, BBW menghabiskan 9 tahun pelayanannya (1877-1886) sebagai asisten pendeta di First Presbyterian Church di Baltimore, Maryland dan sebagai dosen di Western Theological Seminary, Pennsylvania. Hingga akhirnya berita kematian A.A. Hodge, pada musim gugur 1886 dan spekulasi seputar penerusnya sebagai profesor Systematic Theology di Princeton muncul, maka nama BBW muncul sebagai kandidatnya. BBW menghabiskan 34 tahun pelayanannya di PrincetonTheological Seminary dengan setia bahkan ketika dia harus menghadapi situasi-situasi yang sangat sulit sekalipun. Sampai akhirnya pada 16 Februari 1921 malam BBW akhirnya meninggal dunia karena serangan penyakit jantung. Sore hari menjelasng malam kematiannya dia mengajar murid-muridnya dan mengatakan, “The laying down of his life in our stead was a great thing, but the wonder of the text (1 John 3:16) is that he being allthat he was, the Lord of glory, laid down his life for us, being what we were, mere creatures of his hand, guilty sinners deserving his wrath”. Kematian BBW merupakan kehilangan besar bagi Princeton hingga muncul slogan terkenal dari J. Gresham Machen yang mengatakan “It seemed that the old Princeton “a great institution” died when Dr. Warfield was carried out.”

Kehidupan Pernikahan

Ketika melayani di Dayton, BBW berkenalan dengan anak perempuan seorang pengacara terkenal yang bernama Annie Pearce Kinkead dan menikahinya pada 3 Agustus 1876. Setelah pernikahannya, BBW berniat melanjutkan study-nya di Jerman, maka dia membawa serta istrinya ke Eropa sekaligus juga menghabiskanmasa bulan madu mereka pada musim dingin 1876-1877. Mereka tinggal di Leipzig. Pada suatu sore ketika mereka sedang berjalan-jalandi pegunungan Harz, mereka terjebak dalam badai hujan angin yang disertai petir dan guruh yang hebat. Kejadian itu mengakibatkan trauma yang mendalam bagi Annie yang akhirnya menyerang sistim syarafnya. Sejak saat itu Annie mengalami kelumpuhan (entah fisik atau emosinya ataupun kombinasi keduanya; Machen menyebutnya dengan ‘partly nervous’) hingga akhirnya dia meninggal dunia pada 19 November 1915. Selama tahun-tahun tersebut Annie menjalani suatu bentuk kehidupan yang mirip seorang pertapa dan 2 tahun terakhir sebelum kematiannya Annie hanya dapat berbaring di tempat tidurnya. Sepeninggal istrinya, BBW terus melanjutkan pelayanan mengajarnya di Princeton hingga saat kematiannya. Mereka dikuburkan berdampingan di pekuburan milik Princeton Theological Seminary (sekarang Nassau Street Presbyterian Church). Mereka meninggal tanpa dikarunia seorang anak pun.

Sepanjang 39 tahun usia perkawinnannya dengan Annie, sepanjang itu pulalah BBW menghabiskan waktunya bersama istrinya yang mengalami kelumpuhan. BBW bukan sekedar bertahan menghadapi situasi sulit tersebut,tetapi dia mampu mengatasinya dengan sangat luar biasa. BBW sendiri tidak pernah menuliskan situasi perkawinan dengan istrinya yang mengalami kelumpuhan namun banyak teman sejawatnya yang menuliskan bagaimana perlakuan dan sikap BBW terhadap Annie. Berikut beberapa catatan tentang perlakuan BBW terhadap Annie:

1. BBW jarang meninggalkan istrinya sendirian kecuali untuk urusan dinas dari Princeton dan untuk setiap urusan BBW tidak akan meninggalkan Annie lebih dari 2 jam. 10 tahun sebelum kematian Annie, BBW memang pernah mengadakan satu kali perjalanan keluar dari area Princeton; dari perjalanan tersebut BBW berharap akan membawa manfaat untuk meringankan penderitaan istrinya, namun akhirnya tujuan tersebut gagal dicapainya. J. Gresham Machen mengatakan bahwa murid-murid hampir tidak pernah melihat BBW bepergian keluar kecuali di ruang kelas dan di rumahnya, merawat istrinya yang sakit. Dalam sehari BBW memberikan beberapa jam dari waktunya untuk membacakan buku-buku buat Annie karena sebenarnya Annie adalah seorang wanita yang cerdas.

2. BBW lebih mementingkan kesehatan istrinya daripada kesenangan atau prestige pribadi-nya. BBW menerima gelar doctor of divinity dari Princeton College pada tahun 1880, doctor of laws-nya diperoleh pada tahun 1892 di tempat yang sama. Dia juga menerima tambahan gelar doktor dari Davidson College pada 1892, Lafayete College pada 1911 dan University of Utrecht pada 1913. Ketika fakultas teologi Rijksuniversiteit, di Belanda bermaksud memberikan penghargaan untuk kontribusi BBW di bidang teologi pada acara peringatan 100 tahun pembaharuan universitas tersebut setelah penindasan Perancis selama perang Napoleon, BBW meminta pihak universitas untuk memberikan penganugerahan tersebut dalam status in absentia(tidak hadir). Hal ini dilakukan BBW karena pertimbangan kesehatan Annie yang tidak mungkin ditinggalkannya sendirian. Kesehatan istrinya merupakan prioritas BBW dibanding dengan penganugerahan yang diberikan pihak universitas (padahal penganugerahan tersebut sempat ditentang G.W Krenkamp yang mempertanyakan dan berkeberatan jika penganugerahan yang sifatnya national (Belanda) tersebut diberikan kepada orang asing (Amerika)). Untuk berbagai konferensi yang mengundangnya, BBW mempersiapkan pidato atau tulisannya untuk dibacakan  dalam status in absentia.

3. BBW sangat memperhatikan istrinya dan merawatnya dengan sangat perhatian.  Oswald T. Allis dalam tulisannya “Personal Impressi ons of Dr. Warfield” menuliskan, “I used to see them walking together and the gentlenessof his manner was striking proof of the loving care with which he surrounded her. They had no children. During the years spent at Princeton, he rarely if ever was absent for any length of time…Mrs. Warfield required his constant attention and care.“ Allis sendiri sangat terpukau dengan bentuk perhatian BBW pada Annie, katanya “Her husband was to spend the rest of their lives together giving her “his constant attention and care” until her death in 1915”.

4. Setelah bertahun-tahun mengajar, menulis dan menjadi editor berbagai karya literatur, dalam surat wasiatnya BBW membuat ketentuan agar setelah kematiannya, kegiatan perkuliahan tahunan tentang iman Reformed diadakan dengan menggunakan nama istrinya “Annie Kinkead Warfield Lecture”. “DEVOTED”, mungkin itulah satu ungkapan yang dapat mewakili gambaran BBW terhadap pasangan seumur hidupnya.

Dalam providensia Allah yang tidak terpahami, penyakit Annie dan pengabdian BBW-kepadanyalah yang justru menjadi dorongan terbesar bagi BBW untuk menghasilkan karya-karya literatur yang luar biasa. Dia tidak memanfaatkan penyakit istrinya untuk menghindar dari kegiatannya yang banyak berhubungan dengan ‘lidah dan pena’. Jika disimpulkan BBW hanya memiliki 3 kegiatan, yaitu mengajar, menulis dan merawat istrinya. BBW memang tidak pernah ‘mengeksploitasi’ situasi perkawinannya lewat tulisan-tulisannya. Namun bukan berarti dia tidak mengalami pergumulan berat dengan kondisi istrinya. Dalam suatu perjalanannya mengajar (ini dilakukannya setelah kematian istrinya) di Columbia Theological Seminary di South Carolina,BBW harus menyampaikan salah satu tema yang menjadi pergumulannya selama bertahun-tahun, yaitu kesembuhan ilahi. Akhir presentasinya menyatakan bahwa era kesembuhan ilahiseperti jaman para rasul sudah tidak ada lagi, bukan karena Allah tidak mampu melakukan mujizat lagi, tetapi karena Allah memiliki tujuan-tujuan lain yang tidak dipahami manusia.

…the question is not: (1) whether God is an answerer of prayer; nor (2) whether, in answer to prayer, He heals the sick; nor (3) whether his action in healing the sick is a supernatural act; nor (4) whether the supernaturalness of the act may be so apparent as to demonstrate God’s activity in it to all right thinking minds conversant with the facts. All this we believe.

Keyakinan bahwa hanya oleh anugerah Allahmaka BBW mampu mengatasi situasi sulit pernikahannya, merupakan dasar bagi kita sekarang untuk mengagumi pernikahan BBW.

Sumber-sumber yang dipergunakan:

Bamberg, Stanley W., Our Image of Warfield Must G0 – Journal of the Evangelical

Theological Society 34/2 (June 1991): 229-241 Kerr, Hugh Thomson, Warfield: The Person Behind the Theology

– The Princeton Seminary Bulletin 25.1 (2004) 80-93

Patton, Francis, Benjamin Breckinridge Warfield, D.D., L.L. D., Litt. D. A

Memorial Address

– The Princeton Theological Review 19:3 (July 1921): 369-391.

Waugh, Barry, Benjamin Breckinridge Warfield (5 November 1851 – 1

6 February 1921)

– Southern Presbyterian Review

(http://www.pcahistory.org/periodicals/spr/bios/warfield.html)

About Jian Ming Zhong

In short, I am a five point calvinist, amillennial, post-trib rapture, paeudobaptistic (not for salvation), classical cessationism , and covenantal. I embrace Reformed Theology and subscribe to the WCF 1647. I do not break fellowship with anyone who holds to the essentials of the faith (i.e., the Trinity, the Deity of Christ, Jesus' Physical Resurrection, Virgin Birth, Salvation by Grace through Faith alone, Monotheism, and the Gospel being the death, burial, and resurrection of Jesus) but does not affirm Calvinist Theology in the non-essentials. I strongly believe that God's grace and mercy are so extensive that within the Christian community there is a wide range of beliefs and as long as the essentials are not violated, then anyone who holds to those essentials but differs in the non-essentials is my brother or sister in Christ. Romans 11:36 "For of Him and through Him and to Him are all things. To whom be Glory forever. Amen!"
This entry was posted in Testimony. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s