Skandal Kontemporer (Anti-Intelektualisme)


Analisis Kristen yang paling menyeluruh mengenai situasi intelektual bagi kaum Injili Amerika modern datang dari sumber yang tidak terduga. Charles Malik, seorang diplomat Lebanon, sarjana dan seorang Kristen Ortodoks Timur, diundang pada tahun 1980 untuk membuka Billy Graham Center di Wheaton College dengan sebuah pidato. Tidak banyak diantara orang-orang yang hadir pada hari itu yang siap untuk menerima  kebijaksanaan yang tajam dari kata sambutan Malik. Saya sendiri hadir disana, tetapi pada saat itu saya hampir-hampir tidak menyadari bahwa studi panjang yang dilakukan selama satu dekade atau lebih akan menggerakkan saya untuk memperkuat dengan argumen historis yang terputus-putus, apa yang oleh Malik telah sampaikan secara singkat dan padat sebagai manifesto seorang intelektual Kristen kepada teman-teman seimannya. Pidato Malik tersebut kuat karena lebih terfokus langsung kepada pertanyaan mengenai akhir daripada pertanyaan mengenai cara. Dengan kelembutan dan kebesaran hati, tetapi juga dengan keberanian yang besar, Malik secara langsung membawa kita, kaum Injili, kedalam pengamatan yang mengejutkan itu. Pertama, dia menjabarkan apa yang menjadi masalah di universitas modern : “Pada inti dari semua masalah yang dihadapi peradaban Barat – keresahan dan kegelisahan yang umum, kurangnya anugerah dan keindahan, ketenangan dan kedamaian jiwa, berbagai cacat dan penyimpangan karakter personal  ; permasalahan keluarga dan hubungan-hubungan sosial secara umum, masalah ekonomi dan politik, masalah media, masalah yang mempengaruhi sekolah dan gereja itu sendiri, masalah dalam tatanan internasional – pada inti dari krisis didalam peradaban Barat terdapat kondisi akal budi dan semangat dari universitas-universitas.” Malik melanjutkan dengan menyarankan bahwa karena dilema kehidupan modern adalah dilema intelektual dari jenis yang seharusnya dieksplorasi oleh universitas, maka penting bagi orang Kristen untuk menyadari besarnya tugas intelektual mereka – ” Masalahnya bukan hanya untuk memenangkan jiwa, tetapi juga untuk memenangkan akal budi. Jika anda memenangkan seluruh bumi tetapi kehilangan akal budi dunia, maka Anda akan segera menemukan bahwa Anda tidak memenangkan dunia. Sesungguhnya Anda telah kehilangan dunia.”

Tetapi kemudian Malik beralih kepada kontribusi kaum Injili. Dia bukannya tidak menghargai usaha intelektual yang dilakukan oleh sejumlah orang Injili, tetapi kata-katanya menjelaskan natur dari tantangan intelektual dengan kekuatan yang tidak biasa :

Bahaya terbesar yang menyerang KeKristenan Injili Amerika adalah bahaya anti-intelektualisme. Jangkauan terluas dan terdalam dari akal budi tidak mendapatkan cukup perhatian. Jangkauan ini tidak dapat terjadi tanpa menggeluti selama periode beberapa tahun didalam sejarah pemikiran dan semangat. Orang tergesa-gesa keluar dari universitas dan mulai mencari uang atau melayani gereja atau memberitakan Injil. Mereka tidak tahu betapa tidak terhingganya nilai dari menghabiskan beberapa tahun yang menyenangkan untuk berinteraksi dengan para pemikir terbesar dari masa lalu, dan dengan demikian mematangkan dan menajamkan serta memperluas kemampuan berpikir mereka. Hasilnya adalah arena berpikir kreatif dikosongkan dan diberikan kepada musuh. Siapakah diantara kaum Injili yang dapat berdiri dengan bidang kesarjanaan dan penelitian mereka sendiri untuk menghadapi ilmuwan sekuler atau naturalis atau atheis yang besar ? Siapakah diantara sarjana-sarjana Injili yang dikutip sebagai sumber normatif oleh otoritas sekuler terbesar terbesar dalam bidang sejarah atau filsafat atau psikologi atau sosiologi atau politik ? Apakah modus berpikir Anda memiliki kesempatan terkecil untuk menjadi modus berpikir yang dominan di universitas-universitas besar di Eropa dan Amerika yang menandai keseluruhan peradaban Anda dengan semangat dan gagasan mereka sendiri ?

Diperlukan suatu semangat yang sama sekali berbeda untuk mengatasi bahaya anti intelektualisme ini. Meskipun anda sekarang mulai dengan program intensif pada bidang ini atau lainnya, dibutuhkan sedikitnya satu abad sebelum Anda dapat menyusul Harvard dan Tuebingens dan Sorbonnes, pikirkanlah dimana universitas-universitas ini pada saat itu! Demi keefektifan yang lebih besar dalam bersaksi kepada Yesus Kristus sendiri, dan juga demi kepentingan mereka sendiri, orang-orang Injili tidak sanggup untuk terus dipinggiran eksistensi intelektual yang bertanggung jawab.

Buku ini adalah sebuah catatan kaki historis yang mendukung kata-kata bijaksana Malik. Ini dilakukan dengan keyakinan bahwa Malik sangat tepat – ketaatan kepada Yesus Kristus menuntut dari orang-orang Injili suatu eksistensi intelektual yang lebih bertanggung jawab daripada yang telah kita praktikkan di sebagian besar sejarah kita.

Source : Skandal pemikiran Injili (Mark A.Noll), hal 28 – 30.

About Jian Ming Zhong

In short, I am a five point calvinist, amillennial, post-trib rapture, paeudobaptistic (not for salvation), classical cessationism , and covenantal. I embrace Reformed Theology and subscribe to the WCF 1647. I do not break fellowship with anyone who holds to the essentials of the faith (i.e., the Trinity, the Deity of Christ, Jesus' Physical Resurrection, Virgin Birth, Salvation by Grace through Faith alone, Monotheism, and the Gospel being the death, burial, and resurrection of Jesus) but does not affirm Calvinist Theology in the non-essentials. I strongly believe that God's grace and mercy are so extensive that within the Christian community there is a wide range of beliefs and as long as the essentials are not violated, then anyone who holds to those essentials but differs in the non-essentials is my brother or sister in Christ. Romans 11:36 "For of Him and through Him and to Him are all things. To whom be Glory forever. Amen!"
This entry was posted in Articles, Books Review, Devotional. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s