Kapankah Yesus Dilahirkan?


Lihat juga:

Natal Tanpa Yesus

Natal

Oleh: Ev. Wiriadi Tunggaldinata

Pada umumnya orang-orang merayakan Natal (1) di bulan Desember, karena itu tidaklah heran apabila di Plaza, Mal atau tempat-tempat keramaian lainnya dipasang pohon terang yang besar dan bagus, kemudian diadakan acara Sinterklaas yang memberikan kado kepada anak-anak, dan acara lainnya yang bernuansa Natal. Tetapi, masih ada sebagian orang yang meragukan dan mempertanyakan, apakah kelahiran Yesus sebagai fakta sejarah? Jika benar demikian, bilamana Yesus dilahirkan?

Kita dapat menerima keraguan mereka mengenai kelahiran-Nya, sebab di dalam Perjanjian Baru hanya Injil Matius dan Lukas yang menulis kisah kelahiran Yesus. Padahal kedua Injil ini ditulis relatif belakangan dibandingkan dengan surat Galatia (yang ditulis oleh Paulus sebagai penulis paling awal) dan Injil Markus (sebagai Injil tertua) yang di dalamnya sama sekali tidak menuliskan kisah kelahiran Yesus. Adapun kisah kelahiran Yesus itu sendiri, apa yang tertulis di dalam Injil Matius dan Lukas terdapat banyak perbedaan, misalnya:

1. Dalam Injil Matius 1:1-17 silsilah Yesus dimulai dari Abraham, sedangkan dalam Injil Lukas 3:23-38 silsilah Yesus dimulai dari Adam.

2. Dalam Injil Matius 2:1-12, orang-orang yang datang melihat Yesus pada waktu kelahiran-Nya adalah para orang bijak (Majus) yang mengikuti bintang di Timur. Sedangkan dalam Injil Lukas 2:8-20 tidak disebutkan tentang bintang dan orang bijak, tetapi para gembala.

Berdasarkan hal-hal di atas akhirnya mereka berpendapat bahwa kisah kelahiran Yesus itu sebagai naratif-naratif simbolik yang diciptakan oleh gereja mula-mula. (2) Masalah sedikitnya tulisan mengenai kisah kelahiran Yesus dikarenakan para penulis Perjanjian Baru atau gereja mula-mula (sebagai para saksi mata pertama) lebih tertarik pada peristiwa kematian dan kebangkitan Yesus daripada peristiwa kelahiran-Nya. (3) Apabila mereka (yang meragukan kelahiran Yesus) dapat mengakui keabsahan dan otoritas Alkitab sebagai firman Tuhan, maka mereka akan mengakui kelahiran Yesus sebagai fakta sejarah, karena baik Matius maupun Lukas menulis silsilah Yesus untuk menunjukkan bahwa Yesus memiliki keluarga di dunia sebagaimana mestinya manusia pada umumnya.

Bukti lain kelahiran-Nya itu sebagai fakta sejarah adalah setiap orang sampai saat sekarang menggunakan tahun kelahiran-Nya sebagai tahun nol untuk membagi peristiwa sejarah dalam dua kategori waktu, yaitu peristiwa yang terjadi sebelum dan sesudah kelahiran-Nya. (4) Karena itu tidaklah heran H.G Wells mengatakan bahwa sejarah tidak terhindarkan dan berpusat pada kehidupan dan karakter Manusia paling penting ini (yaitu Yesus Kristus). (5)

Mengenai waktu kelahiran Yesus, banyak sarjana Kristen yang menemukan adanya kekeliruan sejarah di dalam menentukan tahun kelahiran-Nya. (6) Alkitab menyebutkan dalam Lukas 2:1, kelahiran-Nya terjadi pada masa Agustus sebagai kaisar Romawi (berkuasa tahun 29BC – 14AD). (7) Berdasarkan temuan arkelogi tahun 1923, kaisar Agustus mengadakan pendaftaran penduduk sebanyak tiga kali yaitu pada tahun 28BC, 8BC dan 14AD. (8) Kemudian Alkitab (Matius 2:1) menyebutkan juga bahwa kelahiran-Nya terjadi di masa raja Herodes yang berkuasa di Yerusalem, selanjutnya Yusuf dan Maria kembali ke Nazaret dari Mesir setelah raja Herodes meninggal. Walaupun sejarah tidak mencatat tanggal yang tepat tentang kematian raja Herodes, tetapi Josephus (seorang ahli sejarah abad pertama) mengatakan: “Tatkala Herodes jatuh sakit, ia berbaring di dalam istana di Yerikho. Menjelang kematiannya, di Yerikho terdapat eklip bulan dan Herodes mati pada hari raya Paskah.” (9)
Berdasarkan pernyataan Josephus yang menyebutkan perihal “eklip”, maka para sarjana Kristen dapat mengetahui bahwa kematian Herodes terjadi pada tanggal 13 Mei tahun ke-4BC. (10)
Dari kedua data di atas (kaisar Agustus dan raja Herodes) dapat diperkirakan kelahiran-Nya terjadi sekitar tahun 8 – 4BC, tetapi para sarjana Kristen menyimpulkan kelahiran-Nya terjadi sekitar tahun 6 – 4BC. (11) Walaupun manusia telah melakukan kekeliruan dalam menentukan tahun kelahiran-Nya, hal ini tetap dibiarkan agar tidak terjadi kekacauan sejarah.

Kemudian masalah tanggal kelahiran, apakah benar Yesus dilahirkan pada tanggal 25 Desember? Secara jujur Alkitab tidak mencatat tanggal kelahiran-Nya. Berdasarkan Injil Lukas 2:8-20 yang menceritakan tentang para malaikat yang memberitakan kelahiran Yesus sang Juruselamat kepada para gebala, umat Kristen seharusnya mengakui bahwa kelahiran Yesus tidak mungkin terjadi pada musim dingin (bulan Desember), sebab tidak mungkin para gembala bermalam di alam terbuka pada musim dingin. Ada kemungkinan jika para gembala bermalam di alam terbuka adalah di musim semi di mana saat itu mereka menjaga domba-domba mereka di alam terbuka sambil merawat domba-domba betina yang akan atau telah beranak. (12)

Jadi mengapa gereja merayakan kelahiran-Nya pada tanggal 25 Desember? Sebenarnya tanggal 25 Desember adalah sebuah perayaan penyembahan berhala Romawi yang bernama Natalis Invicti. (13) Perayaan ini diselenggarakan oleh para penyembah dewa matahari Romawi dengan mengikutsertakan teman-teman Kristen mereka dalam pesta itu. Setelah kekaisaran Romawi runtuh, gereja memutuskan untuk merayakan hari kelahiran Yesus pada tanggal 25 Desember karena dianggap lebih cocok daripada tanggal yang lain. (14)
Alasan lain juga karena Injil Matius dan Lukas sama-sama dengan kuat mengungkapkan tema kuno mengenai terang yang masuk ke dalam kegelapan. Karena itu keputusan gereja pada abad ke-4 untuk merayakan kelahiran Yesus pada titik balik matahari di musim dingin adalah untuk mengungkapkan Yesus sebagai terang yang masuk ke dalam kegelapan dengan sempurna. Ia dilahirkan pada saat kegelapan yang paling kelam dan kelahiran-Nya adalah kedatangan Sang Terang. (15)

Jadi gereja memilih tanggal 25 Desember untuk merayakan kelahiran-Nya lebih berdasarkan makna teologis yaitu Yesus sebagai Juruselamat (sebagai terang untuk menerangi kegelapan), karena itu dalam merayakan kelahiran Yesus, gereja berkesempatan untuk menyatakan kasih Allah dan memberitakan Yesus kepada semua orang.

Footnotes
1/ David Pan Purnomo, Menjawab Pertanyaan-pertanyaan Kontemporer (Malang: SAAT, 2001), h. 40 — Banyak orang berpendapat, Natal berarti pohon terang, sinterklaas, kado-kado, dan lain-lain. Sedangkan kata Natal berasal dari bahasa Portugis yang berarti “kelahiran”, khususnya kelahiran Tuhan Yesus.
2/ Marcus J. Borg, Kali Pertama Jumpa Yesus Kembali (Jakarta: Gunung Mulia, 1997), h. 27
3/ Robert R. Boehlke, Siapakah Yesus Sebenarnya? (Jakarta: Gunung Mulia, 1991), h. 21
4/ Tahun kelahiran-Nya disebut tahun nol, sebelum tahun nol biasa disebut sebagai BC (Before Christ = sebelum Kristus) dan sesudah tahun nol disebut dengan AD (Anno Domini = Tahun Tuhan)
5/ Dikutip dari Philip Yancey, Bukan Yesus yang Saya Kenal, h. 17 — H.G. Wells adalah seorang ahli sejarah bukan Kristen.
6/ David Pan Purnomo, Menjawab Pertanyaan-pertanyaan Kontemporer, h. 40
7/ Geoffrey W. Bromiley Gen. Ed., ISBE Vol. 1 (Grand Rapids: W.B. Eerdmans, 1988), h. 364
8/ David Pan Purnomo, Menjawab Pertanyaan-pertanyaan Kontemporer, h. 42-43 — Penemuan arkelogi itu berupa batu ukiran di ibukota Turki yang mencantumkan tahun-tahun tiga kali pendaftaran diri yang terjadi pada masa kaisar Agustus.
9/ Ibid, h. 42
10/ Ibid
11/ Ibid, h. 43 — Para sarjana Kristen menetapkan tahun 6-4 BC karena alat transportasi dan luasnya wilayah kerajaan Romawi, maka perintah yang dikeluarkan kaisar Agustus di kota Roma baru akan dilaksanakan di daerah Palestina beberapa tahun setelah perintah dikeluarkan.
12/ J.J. Packer Ed, Ensiklopedi Fakta Alkitab 2 (Malang: Gandum Mas, 2001), h. 1071
13/ Ibid — Perayaan ini diselenggarakan (tanggal 25 Desember) ketika matahari berada di titik balik pada musim dingin atau untuk menyambut musim semi.
14/ Ibid
15/ Marcus J. Borg, Kali Pertama Jumpa Yesus Kembali, h. 28

About Jian Ming Zhong

In short, I am a five point calvinist, amillennial, post-trib rapture, paeudobaptistic (not for salvation), classical cessationism , and covenantal. I embrace Reformed Theology and subscribe to the WCF 1647. I do not break fellowship with anyone who holds to the essentials of the faith (i.e., the Trinity, the Deity of Christ, Jesus' Physical Resurrection, Virgin Birth, Salvation by Grace through Faith alone, Monotheism, and the Gospel being the death, burial, and resurrection of Jesus) but does not affirm Calvinist Theology in the non-essentials. I strongly believe that God's grace and mercy are so extensive that within the Christian community there is a wide range of beliefs and as long as the essentials are not violated, then anyone who holds to those essentials but differs in the non-essentials is my brother or sister in Christ. Romans 11:36 "For of Him and through Him and to Him are all things. To whom be Glory forever. Amen!"
This entry was posted in Articles and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s