Why being Good is not Enough?


Pdt. Effendi Susanto STh.

Yoh.3:1-10

Mengapa Nikodemus datang kepada Yesus? Why being good is not enough? Why did Jesus come?

Nikodemus datang kepada Yesus, itu menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang hilang dari hidupnya. Tetapi dia datang di malam hari sebab dia tidak ingin orang lain tahu. Nikodemus datang pada malam hari memperlihatkan kepada kita dia perlu Tuhan, tetapi kecongkakannya menghalangi dia. Yesus tidak mau menghabiskan waktu untuk berbicara soal-soal lain, Dia langsung masuk ke dalam persoalan yang penting: kalau engkau tidak dilahirkan kembali, engkau tidak mungkin melihat Kerajaan Allah.

Saya sudah membahas, oleh karena ada gambar dan rupa Allah di dalam diri manusia, manusia memiliki aspek kekekalan di dalam jiwanya. Sekalipun orang ateis seperti Stalin mengatakan sesudah mati hidup ini selesai habis, tetapi paradoks, kenapa bikin patung untuk diri sendiri? Berarti maksudnya sesudah mati dia masih mau tetap diingat orang, bukan? Kalau sesudah mati hidup ini selesai, buat apa bikin patung supaya terus dikenang? Itu menunjukkan satu unsur yang muncul karena manusia memiliki jiwa yang bersifat kekal adanya.

John Calvin mengatakan, di dalam diri manusia Allah sudah menaruh “benih agama.” Itu sebab ada orang yang seperti Nikodemus, hidup baik, hidup beragama, melakukan aktifitas agama. Bukan seperti perempuan Samaria yang butuh Tuhan karena hidupnya bobrok. Namun bagi Yesus, siapapun dia tidak ada perbedaan. Perempuan Samaria perlu Tuhan, Nikodemus juga perlu Tuhan. Kenapa “benih agama” itu ada di dalam diri manusia? Calvin mengatakan benih agama itu membuat manusia memiliki kecenderungan hati mau mencari Tuhan. Sehingga kita tidak menolak, mengabaikan dan menghina bahwa ada agama-agama dan kebudayaan manusia yang ingin baik, yang ingin mencari Tuhan. Kekristenan bukan mengatakan bahwa hal itu palsu. Yang ada ialah sayang sekali keinginan manusia mencari Tuhan tidak sampai kepada Tuhan yang sejati.

Inisiatif keinginan manusia di dalam etika, di dalam moral, di dalam kebenaran, kebaikan, hidup yang saleh, ingin mencari Allah. Itu tidak bohong, itu sungguh-sungguh keinginan manusia yang tidak boleh kita hina. Cuma kita menemukan inti dasarnya di dalam diskusi Nikodemus dengan Yesus. Yesus tahu apa yang menjadi kebutuhan Nikodemus dan Yesus membawa Nikodemus untuk mengerti bahwa menjadi pemimpin agama tidak cukup. Kalau dia tidak dilahirkan kembali, dia tidak bisa melihat kerajaan Allah.

Di sinilah Reformed Theology mengeluarkan konsep yang luar biasa bicara mengenai “anugerah.” Anugerah berarti pemberian Tuhan yang tidak layak kita terima. Tetapi di dalam konsep Reformed, anugerah dibagi dua: common grace and special grace, anugerah umum dan anugerah khusus. Anugerah umum mempunyai pengertian bahwa Allah adalah Allah yang maha pelindung dan pemelihara ciptaanNya, yang memberikan berkatNya, anugerahNya, pemeliharaanNya yang baik kepada semua orang di dalam dunia ini tanpa pandang bulu. Sehingga Yesus pernah mengatakan, Bapamu di surga adalah Bapa yang baik, yang memberi hujan kepada orang baik maupun orang jahat. Bapamu di surga adalah Bapa yang baik, yang memberikan matahari kepada orang baik maupun kepada orang jahat. Dengan konsep anugerah umum itu maka berlakulah aturan alam yang sudah Tuhan cipta dengan sangat baik. Siapapun dia, tidak peduli Kristen atau tidak, bila dia hidup dengan jujur dan rajin, berlakulah hukum ini, dia akan sukses. Yang hidup menjaga kesehatannya dengan baik, akan berlaku hukum ini, dia akan lebih sehat.

Orang Kristen tidak boleh mengatakan aku mendapatkan perlindungan khusus dari Tuhan lalu hidup sembarangan. Walaupun dokter mengatakan cholesterol tinggi, bersama Tuhan kita lakukan perkara yang besar. Akhirnya makan segala macam dengan lahap, toh ini semua berkat Tuhan, jangan ditolak. Tuhan akan melindungi jantungku, aliran darahku sudah disucikan oleh Tuhan Yesus sehingga tidak bisa menyumbat. Maafkan, tidak seperti itu. Karena Allah sudah menciptakan hukum alam. Hukum gravitasi berlaku untuk semua orang. Anak Tuhan jatuh dari gedung 10 tingkat, jatuhnya tetap ke bawah. Kedua, menurut Calvin, anugerah umum adalah anugerah yang Tuhan beri ke dalam hati manusia yang memiliki “sense of religion” dan “sense of moral” yang tidak membuat orang bisa masuk ke surga, tetapi hanya mencegah orang untuk tidak melakukan kejahatan sejahat-jahatnya. Jadi anugerah umum menjadi sense of religion di dalam diri manusia, meskipun tidak sanggup membuat dia menjadi lebih baik dan lebih suci supaya masuk surga, tetapi untuk mencegah orang tidak lebih jahat. Ada beberapa komponennya.

Pertama, ada perasaan misteri akan kematian. Takut nanti sesudah mati mereka akan dihukum oleh Tuhan. Itu sebab manusia tidak berani lebih jahat. Kedua, adanya pemerintahan yang Tuhan beri, seperti yang Paulus katakan dalam Rom.13 “Allah mengangkat Pemerintah untuk menghukum orang yang salah dan melindungi orang yang baik.” Adanya pemerintahan yang baik, yang salah dihukum yang baik dilindungi, membuat orang tidak berani untuk lebih jahat. Tetapi kalau pemerintahnya terbalik, yang baik dihukum yang jahat dilindungi, sdr akan lihat orang akan lebih jahat, bukan? Ketiga, adanya etika, sopan santun masyarakat dan ikatan keluarga membuat orang tidak berani lebih jahat. Sehingga kebanyakan orang tidak mau merampok neighborhood-nya sendiri.

Pergi merampok ke suburb yang lain karena malu dikenali tetangga. Anak kita di Indonesia, hari Minggu rajin ke gereja, selalu duduk di depan karena papanya majelis. Begitu sampai di Australia jadi tidak karu-karuan. Orang tuanya jadi bingung, kenapa dulu di rumah dia begitu baik, kenapa berubah? Karena sampai di sini merasa sudah bebas. Itu sebab kalau kita hanya melihat dari luar saja, bukan karena perubahan lahir baru dalam hatinya, itu hanya tingkah laku agamawi, seperti Nikodemus. Hanya menjadi anugerah umum. Ketika anugerah umum sudah tidak ada lagi dalam hidupnya, maka kita akan melihat bukti kalimat firman Tuhan ini, kalau bukan Roh Kudus yang merubah hatinya tidak ada orang yang bisa lebih baik. Yang terakhir, ada hati nurani sebagai suara yang berbicara kepada setiap orang. Kalau semua ini mulai luntur di dalam masyarakat, sdr akan melihat kejahatan tidak tercegah lagi. Kalau Pemerintah masih bersih, orang masih tidak melakukan kejahatan. Begitu terjadi kerusuhan, sdr akan menemukan kejahatan muncul. Dari situ anugerah umum, karena moral, etika dan agama menjadi pencegah orang tidak lebih jahat.

Itu sebab Reformed Theology menyebut istilah yang kedua ini “Special Grace.” Apa itu special grace? Anugerah khusus adalah anugerah keselamatan yang tidak semua orang mendapatkannya. Hanya mereka yang beriman dan percaya kepada Kristus, di situlah anugerah khusus ini terjadi.

Hari ini saya ingin memperbaiki konsep sdr menjadi orang Kristen. Kalau kita katakan 100% karena anugerah Allah yang menyelamatkan, saya bisa beriman, saya bisa percaya, saya bisa bertobat bukan karena saya tetapi karena Allah melahir-barukan kita. Tuhan bekerja di dalam hati kita.

Kenapa HARUS lahir baru, seperti kata Yesus kepada Nikodemus? Ada 3 sebab. Pertama, ayat 3 “…kamu HARUS dilahirkan kembali, kalau tidak kamu tidak dapat melihat…” Berarti tanpa lahir baru, orang itu buta. Lahir baru harus terjadi, sebab tanpa pekerjaan Roh Kudus orang itu buta rohani. Kedua, ayat 5 “…engkau tidak dapat masuk…” Engkau tidak mempunyai kekuatan dan kesanggupan. Tidak ada unsur dari seseorang untuk bisa datang kepada Tuhan karena jasanya, karena kebaikannya. We are impotent secara spiritually. Ketiga, ayat 6 “..apa yang dari daging adalah daging, apa yang dari Roh adalah roh…” Kata ‘daging’ (flesh) di dalam Alkitab memiliki dua arti, totally against God, daging tidak ada bagiannya di surga. Artinya, bukan nanti di surga kita hanya berubah roh seperti malaikat, tetapi kita punya tubuh kebangkitan yang tidak against God. Flesh bisa berarti tubuh, tetapi juga bisa berarti keseluruhan hidup orang yang melawan Tuhan. Mengapa harus lahir baru? Karena kecenderungan hidup orang berdosa hanya menentang dan melawan Tuhan. Itu sebab kelahiran baru harus terjadi.

Kata “kelahiran baru” memakai bentuk pasif, artinya kita tidak bisa melakukannya sendiri. Yang melahir-barukan kita adalah Roh Kudus yang bekerja melalui pemberitaan firman Tuhan. Itu sebab hari ini melalui khotbah ini ingin bertanya kepada sdr, pada waktu kita merasa diri cukup, merasa bisa, merasa mampu, dsb, Tuhan Yesus mengatakan itu tidak cukup. Karena kita manusia berdosa, melakukan apa yang baik tetap berdosa di mata Dia. Kecuali Tuhan bekerja dan melahir-barukan engkau dan saya.

Lahir baru berarti orang yang sudah mati rohani dibangkitkan dan dibangunkan kembali sehingga kita sadar kita menyukai hal-hal yang bersifat rohani. Sesuatu yang terjadi secara mendadak, kita sadar kita perlu Tuhan. Itu adalah peristiwa kelahiran baru melalui pekerjaan Roh Kudus. Sayang sekali, harus kita akui seperti ayat 8 “angin pergi kemana dia mau, cuma bisa dirasakan…” artinya, lahir baru tidak ada tandanya. Tidak ada tanda lingkaran suci di atas kepala kita. Sehingga tidak ada yang tahu Yudas Iskariot tidak pernah percaya Yesus. Rasul Paulus memiliki banyak rekan kerja, beberapa di antaranya Himeneus dan Demas yang akhirnya meninggalkan Tuhan dan lebih mencintai dunia.

Sudah melayani, sudah menjadi pekerja, tetapi tidak ada yang tahu. Itu sebab penting sekali hari ini, how do I know terjadi kelahiran baru di dalam diriku? Banyak orang mengatakan kalau ada fenomena Roh Kudus, terjadi mujizat, dsb itu tandanya ada Tuhan bekerja. Tidak demikian. Yesus mengatakan, banyak orang bernubuat demi namaNya, melakukan mujizat demi namaNya, menyembuhkan orang sakit demi namaNya, Yesus bilang apa? Enyahlah engkau dari hadapanKu, Aku tidak mengenalmu.

Mungkinkah di dalam Kekristenan orang Kristen sendiri memperalat Allah? Mungkin. Kecenderungan kita manusia berdosa diangkat oleh Paulus di dalam Rom.1. Sdr perhatikan ada dua cara yang dilakukan manusia berdosa berkaitan dengan Allah. Ayat 23, “mereka menggantikan kemuliaan Allah dengan gambaran…” Mereka masih mengaku ada Allah, tetapi memperalat Allah dengan mengganti Allah yang sejati dengan berhala. Jaman dulu, berhala memakai patung, gunung suci, tempat keramat, dsb. Berhala jaman modern, uang dan diri sendiri. Ayat 28, “mereka merasa tidak perlu mengakui Allah…” Manusia berdosa memiliki dua kecenderungan ini. Pertama, masih mengaku ada Allah tetapi mengganti Allah menurut keinginan mereka. Kedua, merasa tidak perlu mengaku Allah. Dunia boleh berubah, tetapi kebenaran Alkitab membuktikan manusia berdosa hanya punya dua cara ini di dalam berelasi dengan Allah: penyembahan berhala dan Ateisme.

Memperalat Allah menjadi salah satu sifat penyembahan berhala yang sangat samar sekali. Itu sebab kalau sdr baca Kol.3:5, sdr akan kaget luar biasa karena Paulus mengatakan penyembahan berhala di dalam jemaat Kolose sangat luar biasa, bukan lagi menyembah patung, tetapi keserakahan. Ini mengagetkan banyak orang, sebab kenapa Alkitab menyebut keserakahan sebagai penyembahan berhala? Karena serakah muncul dari hati manusia yang tamak, congkak dan ingin segala sesuatu. Sehingga dari situ kita memperalat Tuhan supaya kita mendapatkan semua yang kita mau. Itu serakah. Maka mungkinkah kita bisa memperalat Allah? Ya. Dengan cara menjadikan Tuhan itu sebagai alat untuk mencapai tujuan hidup kita.

Ketika Tuhan melahir-barukan seseorang, tidak ada tanda-tanda lahiriahnya. Tidak ada stempelnya. Ciri yang terlihat dari lahir baru adalah akibat kelahiran baru itu terjadi iman di dalam diri orang, terjadi pertobatan di dalam diri orang. Pertobatan itu yang ada cirinya. Lahir baru tidak ada cirinya. Ciri pertobatan yang jelas ada di dalam 2 Kor.7:10-11 dukacita dari Tuhan menghasilkan pertobatan dan membawa keselamatan. Regret, rasa bersalah yang bukan perubahan hati yang sejati akan mendatangkan kematian. Hanya pertobatan yang sejati akan menghasilkan kesungguhan yang besar. Saya sadar hidup saya sudah saya buang dengan percuma, sekarang saya mau berubah. Itu kesungguhan yang besar. Kedua, pemberesan diri. Pertobatan yang sejati akan mendatangkan orang mengalami pemberesan diri. Artinya waktu dia ditegur, bukan saja dia mengakui tetapi juga menyadari ada banyak yang lain yang dia ingin Tuhan membersihkan hidupnya.

Ketiga, kejengkelan. Artinya jengkel kenapa dulu hidup seperti itu. Jengkel terhadap dosa. Keempat, ketakutan. Takut melukai hati Tuhan. Kelima, kerinduan. Ingin terus bersekutu dengan Tuhan. Keenam, zealous, giat dan punya keinginan melayani Tuhan. Ketujuh, readiness to see justice done. Contohnya seperti Zakheus, waktu dia bertobat dia merasa dulu pernah menipu orang, sekarang dia mau mengembalikannya. Orang yang bertobat menyadari dia ada hubungan yang tidak baik dengan isteri, dsb dan mau memperbaikinya. Itu merupakan satu ciri dari pertobatan.

Paulus mengangkat satu hal lagi di dalam 2 Kor.13:5 “Ujilah dirimu sendiri apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidiki diri sendiri apakah Yesus ada di dalam dirimu…” Ini kalimat yang penting. Paulus sendiri sebagai rasul mengatakan dia tidak tahu apakah Tuhan ada di dalam hatimu atau tidak. Hanya engkau sendiri yang tahu. Maka keluar kalimat itu, ujilah dirimu sendiri apakah Tuhan Yesus ada di dalam dirimu atau tidak. Kalau tidak ada, someday engkau tidak akan tahan berdiri sebagai orang Kristen. Engkau harus lahir baru. Lahir baru itu menerobos ke dalam hidup kita dengan mendatangkan pertobatan yang sejati. Dan pertobatan yang sejati memiliki bukti.

Yang kedua, apa cirinya saya sudah mengalami lahir baru? Bukan dilihat dari fenomena Roh Kudus. Paulus bilang kalau kamu anak Tuhan, kamu akan mengeluarkan buah Roh Kudus. Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, murah hati, kebaikan, kesetiaan, lemah lembut dan penguasaan diri. Keluar buah Roh Kudus. Kehidupan yang luar biasa ini yang diperbaiki dan diperbaharui oleh Tuhan. Itu menjadi bukti kehadiran dari Roh Kudus di dalam hidup engkau dan saya.

Yang terakhir, dalam 1 Yoh.3:9 setiap orang yang datang dari Tuhan tidak berbuat dosa lagi karena ada benih ilahi di dalam dirinya. Kelahiran baru dan proses pengudusan Tuhan tidak berarti kita menjadi orang Kristen yang tidak berbuat dosa dan perfect selama-lamanya. Kita bisa salah dan bisa berbuat dosa, tetapi pada waktu kita jatuh, hati kita akan menjadi lebih sakit daripada sebelumnya. Tetapi kalau seseorang terus jatuh dan tidak merasa itu sebagai kejatuhan, itu berarti dia continuously in sinning dan mungkin itu menjadi tanda bahwa benih ilahi itu tidak ada di dalam dirinya. Karena benih ilahi akan membuat orang tidak mau terus-menerus melakukan kesalahan dan dosa di hadapan Tuhan.

About Jian Ming Zhong

In short, I am a five point calvinist, amillennial, post-trib rapture, paeudobaptistic (not for salvation), classical cessationism , and covenantal. I embrace Reformed Theology and subscribe to the WCF 1647. I do not break fellowship with anyone who holds to the essentials of the faith (i.e., the Trinity, the Deity of Christ, Jesus' Physical Resurrection, Virgin Birth, Salvation by Grace through Faith alone, Monotheism, and the Gospel being the death, burial, and resurrection of Jesus) but does not affirm Calvinist Theology in the non-essentials. I strongly believe that God's grace and mercy are so extensive that within the Christian community there is a wide range of beliefs and as long as the essentials are not violated, then anyone who holds to those essentials but differs in the non-essentials is my brother or sister in Christ. Romans 11:36 "For of Him and through Him and to Him are all things. To whom be Glory forever. Amen!"
This entry was posted in Articles. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s