Perpetua dan Felicitas


Tradisi sejarah martir juga mencatat keberanian, keteguhan dan kesetiaan para kaum wanita. Diantaranya adalah Perpetua dan Felicitas. Perpetua adalah seorang wanita bangsawan yang mempunyai seorang anak kecil, sedangkan Felicitas adalah budak dari Perpetua. Kedua wanita tsb. ditangkap karena dianggap melanggar perintah Kaisar, yaitu setiap orang tidak boleh memeluk agama Kristen atau Yahudi. Setelah mereka ditangkap dan mendapat tahanan rumah, ayah Perpetua membujuknya untuk mengingkari imannya. Tetapi,  Perpetua menolak bujukan ayahnya. Kedua wanita itu dipindahkan ke penjara, dan di sana,  Perpetua memperoleh penglihatan bahwa dia sedang berjalan menuju ke surga. Karena penglihatan itulah, Perpetua semakin teguh dengan imannya.

Di pengadilan, Perpetua dan Felicitas tetap tidak mau mengingkari imannya. Mereka dihukum mati dengan cara berkelahi melawan binatang buas (gladiator). Secara menge-jutkan, mereka justru menyambut hukuman itu dengan sukacita, karena mereka mengang-gap penderitaan itu sebagai jalan salib yang mereka harus tempuh sebagai murid Kristus. Mendekati hari eksekusi, Felicitas justru bersedih karena dia dilarang untuk dibunuh, karena dia sedang hamil. Namun, dua hari menjelang pelaksanaan hukuman, Felicitas melahirkan bayinya, dan menyerahkan bayi itu untuk di adopsi keluarga Kristen lainnya. Dan tiba waktunya, Perpetua dan Felicitas dieksekusi dengan diumpankan kepada hewan buas. Perpetua dan Felicitas terluka parah karena serangan sapi liar, dan akhirnya mati dibunuh dengan pedang.

Kisah Perpetua dan Felicitas tidak hanya menggemakan semarak kesetiaan murid Kristus dan harga yang harus dibayar, tetapi juga semangat kesetaraan dalam tubuh Kristus. Perpetua dan Felicitas tidak dikenang sebagai majikan dan pembantu yang mati martir, namun merupakan rekan sesama pengikut Kristus yang bersaksi dan taat hingga akhir hayat. Ikatan kesetaraan yang mereka miliki, nampaknya adalah wujud nyata dari pengha-yatan atas surat Paulus kepada jemaat di Galatia (Gal 3: 26-29), bahwa tidak ada pembe-daan dalam Kristus.

Bagi kita sekarang, mungkin kita tidak harus sampai melewati penganiayaan seperti Perpetua dan Felicitas untuk menunjukan kesetaraan dalam tubuh Kristus. Tetapi melalui hal-hal yang sederhana, dalam gereja, seperti duduk berdampingan, berinteraksi, beribadah bersama atau bahkan bekerja sama dengan mereka yang mungkin ‘tidak sekelompok’ dengan kita. Perbedaan antara pria-wanita, majikan-pembantu, mahasiswa-profesional, dewasa-pemuda/remaja, militer-sipil, bahkan orang-orang dengan suku dan latar belakang yang berbeda-beda seharusnya tidak boleh menjadi halangan untuk bersekutu dalam Kristus, dan melayani bersama. Setuju?

About Jian Ming Zhong

In short, I am a five point calvinist, amillennial, post-trib rapture, paeudobaptistic (not for salvation), classical cessationism , and covenantal. I embrace Reformed Theology and subscribe to the WCF 1647. I do not break fellowship with anyone who holds to the essentials of the faith (i.e., the Trinity, the Deity of Christ, Jesus' Physical Resurrection, Virgin Birth, Salvation by Grace through Faith alone, Monotheism, and the Gospel being the death, burial, and resurrection of Jesus) but does not affirm Calvinist Theology in the non-essentials. I strongly believe that God's grace and mercy are so extensive that within the Christian community there is a wide range of beliefs and as long as the essentials are not violated, then anyone who holds to those essentials but differs in the non-essentials is my brother or sister in Christ. Romans 11:36 "For of Him and through Him and to Him are all things. To whom be Glory forever. Amen!"
This entry was posted in Devotional. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s