Kesehatan Holistik


I.   Istilah Holistik

Holistik berasal dari kata holos yang berarti keseluruhan. Keseluruhan berarti tidak hanya merawat penyakit tetapi juga merawat tubuh, jiwa, dan roh. Sementara kesehatan modern hanya bersifat reduksionis dan tidak memperhatikan hal-hal spiritual yang menyebabkan kehilangan visi keseluruhan. Selain itu, ketidakpuasan terhadap pengobatan modern dan ketakutan menghadapi kematian telah membawa banyak orang kepada cara penyembuhan melalui kesehatan holistik.

Konsep dari pengobatan holistik ini didasarkan pada filsafat Pantheistik dan Gerakan Zaman Baru yaitu penyatuan atau penyelarasan seseorang dengan ”Yang Satu”. Konsep holistik sudah banyak dilegalkan oleh institusi seperti perusahaan asuransi kesehatan, disetujui oleh para dokter dan  bahkan telah diterima menjadi salah satu mata kuliah dalam bidang kedokteran. Ketika berjalan di toko-toko, kita dapat melihat obat-obatan yang mencakup pengobatan cina, hipnotis diri, makro biotik, akupuntur, meditasi dan berbagai praktek lainnya yang merupakan bentuk dari praktek kesehatan holistik. Pada artikel ini, penulis akan memaparkan apa yang menjadi dasar pemikiran kesehatan holistik dan bagaimana pandangan Kristen menyikapinya.

 II. Dasar Pemikiran Kesehatan Holistik

Beberapa tema yang memberikan gambaran yang ringkas tentang dasar pemikiran kesehatan holistik antara lain:

1. Keseluruhan lebih penting dari bagian.

Manusia merupakan suatu keseluruhan yang terintegrasi. Kesalahan dari fungsi tubuh tidak dapat dipisahkan dari suasana lingkungan, sikap mental, dan makanan seseorang, karena semua itu memberikan konstribusi keseluruhan orang tersebut.

2. Kita bertanggung jawab atas kesehatan atau penyakit kita.

 Kesehatan holistik menekankan bahwa setiap individu harus menarik kembali tubuh mereka dari perkembangan pengobatan. Manusia tidak boleh tunduk secara pasif kepada ”gnosis” (ilmu pengetahuan), tetapi harus bersifat aktif menuntut  kesehatan diri mereka sendiri. Kesehatan holistik menolak untuk mendiskusikan keadaan pasien kepada dokter untuk menentukan diagnosa penyakitnya. Ada kekuatan di dalam diri manusia untuk menyembuhkan dirinya sendiri karena di dalam diri manusia ada entiti (zat atau elemen khusus yang paling terintegrasi di dalam alam semesta). Kita adalah dokter yang paling mengetahui keadaan tubuh kita.

3. Sebagian besar metode untuk kesehatan dapat bersifat menyeluruh, tetapi beberapa metode lebih menyeluruh secara mendalam dibanding lainnya.

 Ada bebarapa teknik pengobatan alternatif yang lebih populer di dalam Gerakan Zaman Baru antara lain :

a) Akupunktur atau pijat titik tekan.

    Teknik ini berusaha membuka hambatan menggunakan energi melalui tusukan jarum atau tekanan pada titik titik tertentu.

b) Biofeedback.

Teknik yang menggunakan monitor elektronik terhadap gelombang otak yang dapat memulihkan fungsi-fungsi tubuh yang tidak sadar menjadi sadar dan dapat ditundukkan dalam  kendali kita.

c) Pijat dan terapi olah raga.

Teknik yang dirancang untuk menguatkan tubuh kembali dengan cara meluruskan energi yang terhambat melalui kontak fisik. Praktek-praktek seperti orgonomi, zona terapi, shiatsu memiliki cara tersendiri untuk menjadikan kita lebih sehat secara fisik dengan memulihkan kerusakan pada otot-otot tua atau dengan menggabungkan bentuk yang diinginkan alam atas diri kita.

d) Diagnosis dan penyembuhan psikis.

Teknik diagnosis ini tidak menekankan perolehan informasi melalui cara-cara yang lazim seperti bertanya, memeriksa atau memperbanyak data yang berhubungan dengan penyakit. Diagnosis ini dilakukan dengan cara psikometri yaitu diagnosis dengan cara memegang suatu benda milik pasien, melalui ramalan dukun, melalui medium atau spiritisme dimana diagnosis tersebut dilakukan melalui pertolongan roh-roh


4.
Pengertian tentang energi bukan materi merupakan kunci bagi kesehatan.

Energi universal dimana kita dan semua bagiannya, seringkali dianggap sebagai sumber  kesembuhan. Kita merupakan suatu tatanan energi yang aktif dan untuk meningkatkan aliran energi ini, kita harus menyelaraskan diri kita dan menyadari bahwa diri kita berada di tengah semua zat. Larry Dossey mengatakan bahwa keterbatasan fisik diri kita hanya sebuah ilusi dan tidak ada keterbatasan dalam diri manusia. Banyak orang yang terlibat dalam kesehatan holistik mengadopsi pandangan energi Pantheistik yang mempertahankan konsep bahwa kita bukan sekedar energi yang berdiri sendiri tetapi merupakan bagian yang begitu dekat dengan energi universal yang mengalir melalui kita dan mempersatukan kita. Prana dan Kundalini dalam agama Hindu menjadi contoh dari aliran ini.

5. Kesehatan Holistik harus digabung dengan tenunan masyarakat melalui kebijaksanaan masyarakat.

Akhirnya ide ini menginginkan bahwa kesehatan holistik dapat diterima oleh masyarakat dan diterapkan dalam pemerintahan.

   III.      Pandangan Kristen Tentang Kesehatan Holistik

Gagasan yang melandasi  kesehatan holistik ini adalah ”Monisme” yaitu suatu kepercayaan bahwa semua yang ada adalah ”satu”, semua saling berkaitan dan saling bergantung satu sama lain. Pada puncaknya kepercayaan ini menekankan bahwa tidak ada lagi perbedaan antara Allah dan manusia, hewan dan batu karang dan lain-lain. Dengan kata lain, tidak ada lagi batasan dan pembagian yang tegas di dalam ide mereka. Bagi mereka, perbedaan adalah sebuah bayangan yang tidak nyata. Jelas Alkitab menolak pandangan ini. Kekristenan meyakini bahwa penciptaan bukanlah suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, tetapi suatu ciptaan yang merupakan obyek atau pribadi-pribadi yang berbeda satu dengan yang lain. Pada waktu penciptaan langit dan bumi, Allah memisahkan siang dan malam, terang dan gelap, tumbuh-tumbuhan dan hewan. Itu sebab, sejak awal penciptaan sudah ada keragaman (diversity) pada seluruh ciptaan Allah di dalam rencana dan kehendak-Nya. Penciptaan tidak bersatu dalam dirinya tetapi berada dalam suatu rencana dan kehendak Allah.

Selain itu, konsep kesehatan holistik juga menyatakan bahwa energi universal adalah lambang ”Yang Esa”, namun ”Yang Esa” ini tidak memiliki kepribadian karena ia melampaui pribadi. Konsep ini  menolak gagasan Allah yang berpribadi dan menggantikannya dengan energi, kekuatan atau kesadaran yang tidak berpribadi. Alkitab menolak konsep ini karena Allah yang kita percaya adalah Allah yang berpribadi dan merupakan suatu keberadaan yang hidup.

Kesehatan holistik juga telah jatuh kepada penipuan besar dengan menyatakan pandangan  bahwa kita adalah ”tuhan” atas tujuan hidup kita dan ”tuhan” atas realitas. Jelas kekristenan dan Alkitab menolak pandangan  ini. Meskipun kekristenan menyatakan bahwa manusia diciptakan menurut Peta Allah (Kejadian 1:26), bukan berarti manusia memilliki esensi Allah secara menyeluruh tetapi hanya  merefleksikan Pencipta-Nya di dalam seluruh keberadaannya..

Kekristenan harus waspada dan menguji setiap roh yang tidak Alkitabiah. (1 Yohanes 4:1). Sekelompok roh atau setan yang memberontak dapat bertopengkan ”agen penyembuh” yang berusaha mengalihkan perhatian seseorang dari Tabib Agung. Kesehatan holistik lebih cenderung untuk mengabaikan realitas kejatuhan dan keberdosaan manusia dengan menawarkan pengharapan kesembuhan yang terpisah dari pendamaian (rekonsiliasi) Allah yang suci dan manusia berdosa di dalam Yesus Kristus. Di samping itu, kesehatan fisik tidak sama dengan keselamatan. Dengan menyadari akan  keberdosaan kita dan komitmen untuk berbalik kepada Juruselamat, maka kesehatan tubuh bukanlah tujuan akhir hidup kita sebab keselamatan di dalam Kristus memberikan kepada kita penebusan, pemulihan, dan pendamaian dengan Allah. Para okultis selalu berusaha untuk menyangkal keberadaan dosa  dan menjadi ”tuhan” atas lingkungannya sendiri, bahkan atas seluruh kosmos. Itu sebab, mereka cenderung untuk menjadi ”allah” bagi diri mereka sendiri.

Dengan demikian di dalam terang kebenaran Alkitab , maka kesehatan holistik merupakan penipuan terhadap suatu praktek medis sehingga kita patut mewaspadainya. Bagi kita orang Kristen, apapun dan bagaimanapun kondisi fisik kita, Allah tetap mengasihi dan memberikan pembaharuan di dalam kerohanian kita melalui iman kepada Kristus. Seperti halnya yang dikatakan Rasul Paulus dalam Filipi 4:6-7, ”Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejatera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus”. Bagi kita, kesehatan memang penting tetapi jauh lebih penting adalah ketika kita memfokuskan hidup  untuk mengerjakan keselamatan kita dengan takut dan gentar.

 Tuhan memberkati.

 Ellya Rosa Natalena

Persekutuan Studi Reformed

About Jian Ming Zhong

In short, I am a five point calvinist, amillennial, post-trib rapture, paeudobaptistic (not for salvation), classical cessationism , and covenantal. I embrace Reformed Theology and subscribe to the WCF 1647. I do not break fellowship with anyone who holds to the essentials of the faith (i.e., the Trinity, the Deity of Christ, Jesus' Physical Resurrection, Virgin Birth, Salvation by Grace through Faith alone, Monotheism, and the Gospel being the death, burial, and resurrection of Jesus) but does not affirm Calvinist Theology in the non-essentials. I strongly believe that God's grace and mercy are so extensive that within the Christian community there is a wide range of beliefs and as long as the essentials are not violated, then anyone who holds to those essentials but differs in the non-essentials is my brother or sister in Christ. Romans 11:36 "For of Him and through Him and to Him are all things. To whom be Glory forever. Amen!"
This entry was posted in Articles and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s