Reformed Sejati


Ditulis oleh: Pdt. Andi Halim

Ada orang bilang: “Percuma jadi orang reformed kalau perbuatannya tidak menunjukkan, bahwa dia seorang reformed”. Kata-kata ini ada benarnya, tapi juga ada salahnya, alias separo benar. Misalkan kata-kata itu saya ubah menjadi demikian: “Percuma seorang menjadi Kristen, kalau perbuatannya tidak menunjukkan bahwa dia seorang Kristen”.

Apa arti menjadi Kristen? Kalau kita melihat secara sederhana, menjadi Kristen berarti dituntut untuk hidup sama seperti Kristus hidup (1Yoh 2:6). Pertanyaannya adalah siapa yang sudah benar-benar hidup sama seperti Kristus hidup? Jawabannya pasti tidak ada kalau hal itu diartikan secara hurufiah, namun arti hidup sama seperti Kristus hidup adalah suatu proses hidup yang diubahkan terus menerus secara progresif oleh pekerjaan Roh Kudus, melalui suatu titik awal lahir baru dan pertobatan yang sejati menuju pada keserupaan hidup sama seperti Kristus hidup.

Orang yang lahir baru adalah orang yang dihidupkan rohaninya (dari keadaan mati rohani) oleh kuasa firmanNya. Mata rohaninya dicelikkan oleh Roh Kudus, sehingga dia sadar, bahwa dia orang berdosa yang tidak layak dan bahwa tanpa Kristus mati menebus dosa-dosanya, tidak mungkin ia bisa diselamatkan. Karena itu ia mau bertobat, menerima Kristus sebagai TUHAN dan Juru Selamat pribadinya.

Orang yang telah lahir baru dan bertobat adalah orang yang terus menerus dalam proses pengudusan. Meskipun dalam proses itu ia jatuh bangun, tetapi tidak lagi berkanjang (menikmati) dalam dosa. Ia diberi kepekaan akan esensi dosa dan akan tersiksa, tidak akan bersuka cita dalam dosa-dosanya. Roh Kudus akan terus bekerja, menginsyafkan dan menegur, sehingga hidupnya diubahkan secara progresif untuk takluk pada pimpinan Tuhan.

Jadi reformed sejati bukan orang yang sempurna tanpa dosa, tetapi juga bukan orang yang berkanjang (menikmati) dalam dosa. Ia bukan orang saleh gaya orang Farisi dan ahli Taurat yang serba munafik, tetapi ia juga bukan orang Hedonisme yang menyuburkan dan menikmati hawa nafsu kedagingan dan keduniawian. Reformed sejati adalah orang yang mengalami kehancuran diri, menyadari bahwa dirinya tidak lebih baik dari orang lain, tetapi juga rela dibentuk dan dihajar oleh Roh Kudus bagaikan tanah liat ditangan pembentuknya (penjunan).

Reformed sejati percaya sepenuhnya akan anugerah dan kedaulatan Allah dalam hidupnya dan segala peristiwa, tetapi juga akan tanggung jawab atas segala perbuatannya di hadapan Allah. Kalau dia bisa setia kepada Tuhan sampai hari ini, itu bukan karena kemampuannya, tetapi semata-mata karena anugerahNya. Dalam kejatuhannya sekalipun, orang Reformed tetap harus bertanggung jawab, namun ia juga percaya bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan dia dalam keadaan apapun. Allah yang diperkenalkan Alkitab adalah sebagai Bapa yang mengasihi anak-anakNya, maka Ia juga mengasihi dengan menghajar dan mendidik kita untuk makin dekat dan setia kepadaNYA. Pemberontakan terhadap didikan Allah adalah sama dengan penolakan terhadap KasihNya.

Reformed juga menekankan Kasih Allah, tetapi juga Keadilan Allah. Kasih tidak meniadakan Keadilan, demikian pula Keadilan tidak meniadakan Kasih. Allah mengasihi dunia ini, tetapi Allah juga harus mengorbankan anakNya yang Tunggal untuk mengalami maut, memenuhi tuntutan keadilanNya. Namun bagi setiap anak Tuhan, keadilan Allah bukan lagi diterima sebagai kekejaman Allah, tetapi wujud dari kasih Allah yang selalu ingin anak-anakNya makin bertumbuh lebih dewasa dan bertanggung jawab.

Amin

 

About Jian Ming Zhong

In short, I am a five point calvinist, amillennial, post-trib rapture, paeudobaptistic (not for salvation), classical cessationism , and covenantal. I embrace Reformed Theology and subscribe to the WCF 1647. I do not break fellowship with anyone who holds to the essentials of the faith (i.e., the Trinity, the Deity of Christ, Jesus' Physical Resurrection, Virgin Birth, Salvation by Grace through Faith alone, Monotheism, and the Gospel being the death, burial, and resurrection of Jesus) but does not affirm Calvinist Theology in the non-essentials. I strongly believe that God's grace and mercy are so extensive that within the Christian community there is a wide range of beliefs and as long as the essentials are not violated, then anyone who holds to those essentials but differs in the non-essentials is my brother or sister in Christ. Romans 11:36 "For of Him and through Him and to Him are all things. To whom be Glory forever. Amen!"
This entry was posted in Devotional and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s