Menemukan TUHAN di INTERNET


Melalui Internet, para penganut agama menguji ulang gagasan mereka

tentang iman, agama, dan spiritualitas.

Apa itu Bazaar Spiritual?

The Monastery of Christ In The Desert (Biara Kristus di Padang Pasir) berdiri di ujung sebuah jalan tanah merah bergelombang di barat laut New Mexico. Bangunan utama tersusun dari bata, berada di atas sebuah bukit kecil dengan aroma roti bakar memenuhi sekitarnya. Di waktu senja, ngarai di sekelilingnya berwarna ungu disinari cahaya senja. Pada malam hari suara riak air Sungai Chama bersahutan dengan burung-burung, dan bintang-bintang membentangkan selimut pendar cahaya di atasnya. Tak peduli apa imanmu, di sini kita mudah merasa rohani.

Bagaimanapun, itu bukan tempat yang mudah diperlengkapi teknologi. 32 km dari kabel listrik terdekat dan mungkin 2 kali lebih jauh dari telepon terdekat, biara itu memakan waktu lebih dari 2 jam bermobil dari Albuquerque dan 1 jam dari apapun yang mirip peradaban. Tiada dering telepon memecah kesunyian. Tiada gambar TV menyebar di udara malam. Jika kamu ingin memanggil salah satu dari biarawan, sebuah tanda penunjuk dari kayu memberikan informasi ala abad 16: “Bunyikan lonceng ini.”

Atau kamu dapat mengirim E-mail dengan alamat porter@christdesert.org. Kelihatannya begitu terpencil, namun saudara-saudara dari biara ini terhubung (online) pada Internet. Menggunakan listrik dari selusin panel surya dan sambungan data (yang rapuh) melalui sebuah telepon selular, biarawan-biarawan telah mengembangkan homepage Benedictine yang luarbiasa sibuk dikunjungi dan memulai bisnis baru mendesain dan memelihara Website (situs Web) orang-orang. Pekerjaan mereka bahkan menarik perhatian tahta suci Vatikan. November 1996, Webmaster Brother Mary Aquinas terbang ke Roma untuk konsultasi dan membantu membangun Website (yang diharapkan Vatikan) terbesar dan tersuci di World Wide Web.

Seperti sekolah-sekolah, perusahaan, pemerintah, seperti layaknya semua orang, kelompok-kelompok agama juga berlomba-lomba untuk online, memasang homepage gereja, menyebarluaskan dogma dan mengukuhkan newsgroup-newsgroup teologi, bulletin-bulletin board dan chat rooms(ruang ngobrol). Hampir setiap hari lewat tengah malam, masyarakat elektronik di Internet berkumpul di bazaar spiritual, di mana ribuan penganut agama dan tak beragama bertemu, berdebat, bertukar ide tentang hal yang sudah lama berhenti dibicarakan di depan umum: iman dan kepercayaan agama.

Tingkahlaku mengherankan dari orang-orang berintelektual dan berteknologi ini menjadi trend jaman ini , mengubah karakter Internet. Bahkan mengubah gagasan-gagasan tentang Tuhan. Tanda-tanda dari aktivitas ini ada di mana-mana. Jika kita memakai AltaVista, alat pencari di Internet, untuk masuk ke situs Bill Gates, program itu memberikan angka yang mengesankan : 25000 pengunjung. Tapi cobalah untuk melihat angka yang mengunjungi tempat-tempat yang menyinggung kata ‘God’ : 410000 . Carilah tentang Christ di Web dan kamu akan menemukan angka 146000.

Newsgroup-newsgroup semacam alt.fan.jesus-christ dan alt.religion.scientology adalah salah satu yang tersibuk dengan 20000 grup-grup diskusi di Usenet. America Online dan CompuServe, 2 perusahaan layanan online komersial terbesar, masing-masing menyediakan tempat untuk ratusan bulletin board elektronik yang menawarkan mulai dari ajaran Konfusius sampai tanya jawab tentang hukum makanan Yahudi. Sebuah situs Yahudi ortodoks, YaaleVe’ Yavo, mengedepankan E-mail doa-doa untuk pembangunan tembok barat Yerusalem. Ada Website Cao Daiism, sekte kecil dari Vietnam yang menyembah novelis Victor Hugo sebagai orang suci. Ada Website Jainism, agama India yang mengajarkan menyapu lantai dengan sapu kecil untuk menghindarkan membunuh serangga dan mahkluk kecil lain secara tidak sengaja. Bahkan orang-orang Amish yang terkenal anti teknologi memiliki Website yang dijalankan Ohio State University.

Mungkin situs sejenis yang paling ambisius adalah yang dikerjakan Vatikan atas pesanan Paus. Beroperasi 24 jam sehari dengan 3 komputer canggih (bernama panggilan Rafael, Mikael, Gabriel), situs ini memberikan keterangan pers Vatikan, jadwal John Paul II dan tulisan-tulisan para uskup agung, diterjemahkan ke dalam 6 bahasa. Memiliki kemampuan menerima ribuan permintaan informasi secara bersamaan dan terus-menerus dari seluruh dunia.

Menurut studi Barna Research di Glendale, California, orang-orang beriman bergerak online setiap bit secepat semua orang lain di dunia. Setelah mewawancarai ratusan orang Kristen semacam ini, Barna menyimpulkan bahwa gereja-gereja yang tidak mengokohkan kehadirannya di Internet akan mulai kehilangan kontak mereka dengan jemaat. “Kegagalan dalam hal itu memberikan tanda penting mengenai kemampuan gereja untuk menasehati jemaatnya dalam era pertumbuhan rohani secara teknologi,” demikian menurut studi itu.

Dalam area ini, orang-orang beragama memimpin ‘gereja-gereja’ nya, dan bukan mengikuti ‘gereja’-nya. Sifat jaringan komputer ini cenderung mengumpulkan orang-orang yang tidak akan mau bertemu untuk bersama-sama mendiskusikan iman kepercayaan pribadi masing-masing. Maka di Internet, Katolik tiba-tiba bertemu keyboard dengan keyboard pemuja setan, Yahudi bertemu dari modem ke modem dengan Islam Fundamental. Seorang Kristen sejati bertemu dengan seorang homoseksual atau pelaku aborsi, dan bermacam-macam orang lain dari beragam latar belakang. Seseorang yang mungkin tidak dapat kita temui di dunia nyata.

Maka gereja mungkin saja tidak bisa lagi membatasi paham dan ajaran yang masuk ke benak jemaatnya.Gereja mungkin tidak dapat lagi mengontrol cara berpikir jemaatnya. Lewat diskusi-diskusi dengan berbagai macam umat beragama dan tidak beragama, seorang Kristen dapat merenungkan ulang apa yang dipercayainya selama ini, merefleksikan ulang iman kepercayaannya, menjadi semakin kokoh,….atau kehilangan iman. Di area ini, setiap jemaat menjadi ujung tombak gerejanya masuk ke dalam peperangan rohani dan peperangan konsep berpikir yang luarbiasa dahsyat. Barangsiapa belum siap tapi ngotot bermain-main di area ini, dia akan dilibas habis.

SUR (Bahan: TIME / Finding God on the Web)

About Jian Ming Zhong

In short, I am a five point calvinist, amillennial, post-trib rapture, paeudobaptistic (not for salvation), classical cessationism , and covenantal. I embrace Reformed Theology and subscribe to the WCF 1647. I do not break fellowship with anyone who holds to the essentials of the faith (i.e., the Trinity, the Deity of Christ, Jesus' Physical Resurrection, Virgin Birth, Salvation by Grace through Faith alone, Monotheism, and the Gospel being the death, burial, and resurrection of Jesus) but does not affirm Calvinist Theology in the non-essentials. I strongly believe that God's grace and mercy are so extensive that within the Christian community there is a wide range of beliefs and as long as the essentials are not violated, then anyone who holds to those essentials but differs in the non-essentials is my brother or sister in Christ. Romans 11:36 "For of Him and through Him and to Him are all things. To whom be Glory forever. Amen!"
This entry was posted in Articles. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s