Spiritual War in Movie : Saint Seiya and Pegasus stars


Setelah kita membahas Spiritual War di dalam Computer Games maka kita akan sekilas membahas Spiritual War in Movie.

Sekarang ini America dengan Holywoodnya memberikan kita hiburan. Tetapi dibalik hiburan itu ada konsep yang ditawarkan. Media film merupakan alat penyalur konsep baik konsep yang benar juga adalah konsep yang salah. Filsafat dan ajaran kehidupan diajarkan di film-film. Misalnya pengertian baik dan jahat coba diajarkan di dalam film Star War, pengertian tubuh dan jiwa diajarkan di dalam film Terminator, pengertian realitas dan kesadaran diajarkan di dalam film the Matrix. Walaupun kita harusnya tahu bahwa peperangan baik dan jahat bukan seperti yang diajarkan Star War di dalam mitos fiksinya tetapi peperangan antara Kebenaran dan ketidak benaran, Allah dan setan. Film-film ini mengajarkan kita konsep-konsep yang banyak bertentangan dengan kebenaran. Mungkin bagi orang Kristen yang sudah dewasa tidak mempengaruhi wawasan dunianya tetapi bagi orang yang belum mempunyai kerangka pikiran dapat dipengaruhi oleh film-film.

Selain Holywood amerika maka Jepang juga dengan kartun jepangnya, anime dan manganya banyak mengajarkan konsep-konsep kafir juga. Kali ini kita akan membahas mengenai Saint Seiya. Film ini cukup menarik bagi anak-anak dan anak-anak dapat dipengaruhi oleh konsep dibalik film ini misalnya pandangan mengenai kosmos dan tenaga kosmos. Berapa anak yang sering menggoyang tangan menirukan gaya meteor Pegasus tetapi yang lebih ngeri adalah kalau konsep kafir ditiru dengan lebih dalam.

Ada beberapa pandangan filsafat kafir di dalam film Saint Seiya :

1. Pandangan bahwa hidup manusia diatur oleh bintang di langit Ini adalah pandangan astrology dan pandangan bahwa bintang di langit itu seperti kuasa impersonal yang mengatur hidup manusia. Bintang di langit itu ada dewanya yang punya kuasa. Bintang dan Dewa di atas itu menentukan hidup manusia. Saint Seiya ditentukan oleh bintang Pegasus dan teman-temannya ada yang ditentukan oleh bintang galaksi andromeda, dll. Di jaman kita juga ada horoskop dan mengajarkan bahwa hidup manusia ditentukan oleh bintang mereka ( semua ada 12 bintang ). Ini adalah filsafat kafir.

2. Pandangan bahwa manusia adalah mikrokosmos dan alam semesta adalah makrokosmos. Ini adalah pandangan kafir yang mengajarkan bahwa di dalam diri manusia ada energi kosmos yang harus bergabung dengan energi makrokosmos. Ketika Saint Seiya diminta gurunya alias cicinya untuk memecahkan batu maka dia diajarkan untuk menggunakan tenaga kosmos. Dan kemudian setelah belajar Saint Seiya bisa meledakkan kosmos dengan Meteor Pegasusnya.

3. Pandangan pengembangan diri makin lama makim hebat secara kekuatan. Saint Seiya dkk adalah ksatria baju perunggu dan mereka akhirnya bisa mengalahkan ksatria-ksatria baju perak yang secara kekuatan jauh melampau mereka. Mereka mengalahkan ksatria-ksatria baju perak dengan menyadari kekuatan kosmos. Dan yang lebih hebat lagi adalah mereka mengalahkan ksatria baju emas dengan kekuatan kosmos mereka. Aura mereka bisa diperkuat dengan kekuatan keyakinan dan akhirnya mereka menang. Ini adalah pandangan bahwa manusia mempunyai kekuatan yang dia tidak sadari yang harus dibangkitkan. Ini adalah manusia mau menjadi seperti Allah

4. Pandangan bahwa pemimpin mereka adalah seorang wanita yaitu Athena. Di dalam banyak filsafat kafir yang berpengaruh adalah dewi. Misalnya dalam budaya Mesir adalah dewi Isis. Banyak berhala yang meninggikan dewi-dewi. Sebenarnya ini hendak menggeser posisi Allah sebagai pemimpin yang adalah bersifat maskulin. Allah Bapa hendak digantikan dengan berhala yang adalah dewi. Ini adalah pandangan yang salah. Jahat dan baik bisa bersatu. Di dalam diri Yet fei ( si phoenix ) ada kebaikan dan kejahatan yang bisa bersatu. Dia kadang bisa baik dan kadang bisa jahat. Demikian juga dengan ksatria baju emas Gemini yang bisa baik dan bisa jahat. Kemudian Yet fei ini bisa mati dan bangkit lagi terus menerus. Saint Seiya dkk juga bisa mati dan bangkit. Hidup mereka seperti siklus. Dengan mati maka jiwa mereka pergi tetapi bisa bangkit lagi. Ini adalah realita yang tidak benar. Hidup manusia cuma satu kali dan tidak bisa berulang.
Adapun konsep-konsep Alkitab apakah yang hendak diserang ?

1. Konsep Tuhan Allah adalah pencipta langit dan bumi.

Bagi pandangan dunia Saint Seiya maka yang mengatur alam semesta adalah dewa-dewi dan bintang-bintang di langit. Tetapi marilah kita lihat apa yang Alkitab katakan :”By the word of the LORD were the heavens made, their starry host by the breath of his mouth.” ( Mazmur 33:6 ). Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang. Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi, (Kej 1:16-17)

Dari ayat ini jelas bahwa bintang-bintang dilangit adalah ciptaan Tuhan dan mereka tidak bersifat ilahi. Tetapi manusia menyembah bintang-bintang yang adalah ciptaan. Mereka menyembah berhala.

2. Konsep Allah cuma satu

Alkitab mengajarkan bahwa Allah hanya satu yaitu Tuhan Allah Yehovah. Yang lainnya adalah berhala. Tetapi film Saint Seiya mengajarkan banyak dewa-dewi atau polyteisme.

3. Konsep manusia adalah manusia, alam adalah alam dan Allah adalah Allah

Ada perbedaan antara Allah, manusia dan alam. Tetapi perbedaan ini mulai kabur di dalam film Saint Seiya. Film Saint Seiya mengajarkan bahwa manusia bisa bersatu dengan alam kosmos dan mempunyai kekuatan yang luar biasa ( allah ). Ini adalah monisme.

Masih banyak konsep Alkitab yang hendak diserang yaitu konsep patriak ( di dalam Saint Seiya maka konsep feminisme yang diajarkan ) dan konsep-konsep lainnya. Semoga artikel ini membuat kita waspada mengenai banyak hal di dalam dunia ini yang bisa mempengaruhi anak anda.

Jeffrey Lim
Jakarta, Institut Reformed
1 April 2008

About Jian Ming Zhong

In short, I am a five point calvinist, amillennial, post-trib rapture, paeudobaptistic (not for salvation), classical cessationism , and covenantal. I embrace Reformed Theology and subscribe to the WCF 1647. I do not break fellowship with anyone who holds to the essentials of the faith (i.e., the Trinity, the Deity of Christ, Jesus' Physical Resurrection, Virgin Birth, Salvation by Grace through Faith alone, Monotheism, and the Gospel being the death, burial, and resurrection of Jesus) but does not affirm Calvinist Theology in the non-essentials. I strongly believe that God's grace and mercy are so extensive that within the Christian community there is a wide range of beliefs and as long as the essentials are not violated, then anyone who holds to those essentials but differs in the non-essentials is my brother or sister in Christ. Romans 11:36 "For of Him and through Him and to Him are all things. To whom be Glory forever. Amen!"
This entry was posted in Articles. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s