Tinjauan Terhadap Fenomena Penampakan Tuhan Yesus


oleh: Pdt. Tommy Elim, S.Th., M.Div.

Awal tahun 1999, kota Manado dihebohkan dengan munculnya penampakan ibu Tuhan Yesus – Maria, yang sedang menangis. Berbagai macam pendapat serta tafsiran berkaitan dengan makna peristiwa ini muncul pada saat itu. Ada yang mengaitkan dengan kondisi bangsa dan negara yang sedang mengalami krisis berkepanjangan, ada pula yang mengaitkan dengan ketegangan antaragama yang semakin meruncing, serta berbagai tafsiran lainnya muncul pada saat itu.

Seingat penulis, pada tahun 1995 di kota Kupang – NTT terjadi peristiwa penampakan. Yang nampak adalah Tuhan Yesus Kristus sendiri. Penampakan tersebut terjadi di jendela sebuah gereja di luar kota Kupang, kemudian muncul di berbagai gereja serta tempat lainnya, termasuk salah satu toko dari paman penulis sendiri (penulis juga berasal dari kota Kupang – NTT). Peristiwa ini berdampak positif bagi rakyat kota Kupang. Mereka yang selama ini malas ke gereja dan hidupnya tidak benar menjadi berubah. Gereja tiba-tiba menjadi penuh dengan kunjungan jemaat.

Penampakan terbaru di Indonesia adalah pada KKR di istora Senayan yang dipimpin Morris Cerullo pada bulan November 1999. Terjadi penampakan berupa salib pada langit di atas istora Senayan. Peristiwa ini memang tidak dibicarakan dalam surat kabar seperti dua kasus terdahulu, namun peristiwa ini menjadi pembicaraan seru dalam media internet.

Jika semua fenomena penampakan seperti di atas diinventarisasi, akan ditemukan begitu banyak fenomena. Pertanyaannya, apakah fenomena ini benar berasal dari Allah? Bagaimana kita mengetahui keabsahan penampakan ini? Apakah kriteria penentunya? Apakah karena yang melihat seorang pendeta atau penginjil, maka penampakan ini adalah penampakan sejati? Apakah karena banyak orang yang melihatnya, maka itu adalah penampakan yang benar? Apakah karena penampakan tersebut terjadi di daerah yang mayoritas penduduknya Kristen, maka itu adalah sejati? Apakah standarnya?

Kapan dan Mengapa Penampakan Terjadi?

Istilah ‘penampakan’ muncul oleh karena sesuatu yang nampak itu tidak pernah ada atau sangat jarang muncul dan kemudian ia menampakan dirinya. Dalam kaitan dengan peristiwa penampakan Tuhan, hal ini terjadi oleh karena manusia berdosa telah terpisah dan terbuang dari hadapan Tuhan, sehingga Ia perlu menampakan diri. Berbeda sekali dengan peristiwa di taman Eden (Kej. 2) saat manusia masih mempunyai hubungan yang intim dengan Tuhan dan bisa berdialog langsung berhadapan muka dengan muka dengan Tuhan. Pada saat itu tidak perlu ada penampakan karena manusia selalu bertemu dengan Tuhan.

Namun, Kejadian 3 mengisahkan bahwa hubungan yang indah tersebut hancur oleh karena dosa Adam dan Hawa. Karena dosalah manusia diusir dari Eden dan tidak bisa berkomunikasi secara langsung dengan Allah. Inilah penyebab peristiwa penampakan perlu terjadi agar manusia bisa mengetahui kehendak Allah.

Dalam konteks ini, maka fungsi utama penampakan adalah untuk menyatakan kehendak Allah atau firman-Nya. Perhatian yang seksama terhadap peristiwa penampakan yang tercatat dalam Alkitab akan menghasilkan kesimpulan bahwa peristiwa tersebut selalu diiringi penyampaian Firman Allah. Perhatikan peristiwa penampakan dalam PL yang ditujukan pada Abraham (Kej. 12:7), Musa (Kej. 3:2), Salomo (1Raj. 3:5) ataupun dalam PB pada saat kelahiran Kristus (Mat. 1:20-23), kebangkitan (Kis. 1:3), pertobatan Paulus (Kis. 9:4-6, 10-17), panggilan misinya (Kis. 16:9), dan saat Yohanes di Patmos – penglihatan dalam kitab Wahyu. Semua penampakan ini selalu disertai penyampaian Firman Tuhan.

Tanpa penyampaian firman Allah maka penampakan itu tidak ada gunanya. Allah tidak sekedar mempertontonkan kehebatan diri-Nya (show of force), tapi Ia hendak menyampaikan kehendak-Nya kepada manusia melalui semua peristiwa spektakuler yang dilakukan-Nya, termasuk melalui pertistiwa penampakan.

Penampakan Pada Zaman Ini, Apakah Masih Terjadi?

Pembicaraan mengenai penampakan selalu diakhiri dengan pertanyaan, “Apakah penampakan masih terjadi pada zaman ini? Apakah yang terjadi adalah penampakan yang benar?” Sebelum menjawab pertanyaan ini ada pertanyaan lain yang jauh lebih penting untuk dipikirkan, yaitu “Mengapa Allah perlu memberikan penampakan pada jaman ini? Apakah maksud Allah atas semuanya ini?” Ada beberapa kemungkinan jawaban dari pertanyaaan di atas.

Yang pertama, apakah karena Firman yang Allah nyatakan pada manusia melalui Alkitab kurang cukup atau kurang lengkap sehingga Ia perlu menambahkannya? Benarkah demikian? Jika ya, maka bagian mana yang perlu ditambahkan? Apakah bagian eskatologi, yaitu pembicaraan yang berkaitan dengan akhir jaman (point ini yang selalu menjadi penekanan dari setiap penampakan yang terjadi). Jika jawabannya: ya, kurangkah ajaran eskatologi yang Yesus Kristus sampaikan dalam Matius pasal 24-25? Kurangkah apa yang Paulus sampaikan dalam 1 dan 2 Tesalonika? Kurangkah apa yang Petrus sampaikan dalam 2 Petrus? Kurangkah apa yang disampaikan oleh rasul Yohanes dalam kitab wahyu?

Rasa-rasanya adalah mustahil jika dikatakan bahwa yang disampaikan oleh Kristus dan para rasul kurang cukup sehingga perlu ditambahkan lagi di zaman ini. Bukankah rasul Yohanes sudah memberikan peringatan mengenai hal ini dalam Wahyu 22:18-19, bahwa tidak boleh ditambahkan ataupun dikurangi Firman yang telah disampaikan dalam Alkitab. Karena itu, alasan pertama tidak bisa diterima sebagai alasan perlunya penampakan di zaman ini.

Alasan kedua, melalui penampakan banyak orang akan percaya pada-Nya. Penampakan menjadi sarana pertobatan, betulkah? Alkitab menunjukan bahwa pada zaman-Nya, Kristus telah melakukan berbagai tindakan spektakuler, tetapi mereka yang melihat bahkan merasakan perbuatan tersebut justru meneriakkan kalimat, “Salibkan Dia, salibkan Dia.” Mujizat, penyembuhan, dan tentunya penampakan bukan sarana untuk pertobatan, karena mereka yang bertobat melalui hal ini tidak mempunyai fondasi iman yang teguh. Yesus Kristus tidak pernah memakai sarana ini sebagai sarana penginjilan. Pada saat penampakan di Kupang, memang banyak orang yang kemudian rajin beribadah dan mengikuti kegiatan religius, namun hal ini tidak bertahan lama. Ketika penulis berada selama setahun di Kupang dari tahun 1996-1997, kadar kerinduan beribadah dan kerohanian jemaat di sana mengalami kemunduran.

Jika demikian, adakah alasan lain yang mendasari pentingnya terjadi penampakan? Kelihatannya tidak ada satu alasan mendasar sebagai peluang terjadinya penampakan pada zaman ini. Hal ini tentu saja tidak berarti bahwa kita membatasi kerja Allah yang memberikan penampakan tersebut, karena Allah adalah Allah yang berdaulat. Namun, kedaulatan Allah pasti memiliki tujuannya dan tujuannya pasti tidak bertentangan dengan Firman yang telah disampaikan-Nya melalui Alkitab. Kalau Firman tersebut sudah cukup, untuk apa Ia memberikannya lagi.

Jika bukan dari Allah, dari manakah penampakan tersebut? Selain dari Allah, ada dua kemungkinan lain terjadinya penampakan. Kemungkinan pertama adalah penampakan tersebut terjadi karena penipuan Iblis. Alkitab berkata bahwa Iblis akan mempengaruhi manusia dengan rupa-rupa perbuatan ajaib (2Tes. 2:9-10), bahkan iblis bisa menyamar sebagai malaikat terang (2Kor. 11:14). Selain itu, dalam paket pembinaan Kristus mengenai akhir zaman dalam Matius 24-25, Ia sudah mengingatkan bahwa pada akhir zaman akan banyak orang berkata, “Lihat Mesias ada di sini, atau Mesias ada di sana, jangan kamu percaya. Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga….” (Mat. 24:23-27). Data-data ini seharusnya membuat orang percaya pada zaman ini berhati-hati terhadap berbagai macam fenomena penampakan yang marak pada akhir-akhir ini. Jangan sampai tertipu dan terseret dalam berbagai hal ajaib. Kita perlu lebih bijaksana dan berhati-hati.

Kemungkinan kedua adalah penampakan itu terjadi karena penipuan manusia. Ada orang yang hendak mereguk keuntungan, baik popularitas maupun dana, dari peristiwa penampakan ini. Hal ini terjadi pada kasus penampakan di kota Kupang. Penampakan dimanfaatkan untuk mereguk keuntungan dana. Selain itu, penampakan tersebut bisa juga terjadi karena faktor psikologis. Ada orang-orang yang memiliki kejiwaan yang labil sehingga gampang mengalami berbagai jenis halusinasi yang kemudian disebut sebagai penampakan. Tentu saja ini bukanlah jenis penampakan yang sejati, meskipun isi penampakan tersebut bersifat spiritual – punya nuansa kristiani – bahkan dilakukan oleh orang-orang yang rohani.

Jika demikian, maka kembali pada pertanyaan semula, “Apakah penampakan masih terjadi pada zaman ini?” Jawabannya, “Mungkin saja!” Tapi apakah semua fenomena penampakan yang terjadi pada akhir-akhir ini adalah penampakan yang sejati? Tentu saja tidak. Karena iblis dan orang tidak percaya berpeluang besar memakai semuanya ini untuk menipu orang percaya.

Sikap yang tepat terhadap semua fenomena penampakan pada zaman ini adalah jangan langsung percaya, tapi ujilah keabsahan penampakan tersebut. Pergunakanlah prinsip-prinsip dalam artikel ini sebagai sarana pengujian.

Sumber:
Buletin Gereja Kristus Jemaat Mangga Besar (GKJMB) No. 8 – Tahun 5, April 2000

About these ads

About Jian Ming Zhong

In short, I am a five point calvinist, amillennial, post-trib rapture, paeudobaptistic (not for salvation), classical cessationism , and covenantal. I embrace Reformed Theology and subscribe to the WCF 1647. I do not break fellowship with anyone who holds to the essentials of the faith (i.e., the Trinity, the Deity of Christ, Jesus' Physical Resurrection, Virgin Birth, Salvation by Grace through Faith alone, Monotheism, and the Gospel being the death, burial, and resurrection of Jesus) but does not affirm Calvinist Theology in the non-essentials. I strongly believe that God's grace and mercy are so extensive that within the Christian community there is a wide range of beliefs and as long as the essentials are not violated, then anyone who holds to those essentials but differs in the non-essentials is my brother or sister in Christ. Romans 11:36 "For of Him and through Him and to Him are all things. To whom be Glory forever. Amen!"
This entry was posted in Articles and tagged , , . Bookmark the permalink.

14 Responses to Tinjauan Terhadap Fenomena Penampakan Tuhan Yesus

  1. jhoni says:

    bagaimana cara yg akurat membedakan penampakan2 palsu..kerna sekilas suatu saat itu terjadi pasti sperti akan menyrupai kuasa tuhan

    • Halo Sdr. Jhoni,

      Menjawab pertanyaan Anda, sebetulnya di artikel tersebut Pdt. Tommy Elim sudah memberitahukan kepada pembaca bagaimana sikap yang tepat terhadap semua fenomena penampakan Tuhan Yesus pada zaman ini adalah dengan cara jangan langsung percaya, tapi ujilah keabsahan penampakan tersebut. Pergunakanlah prinsip-prinsip dalam artikel ini sebagai sarana pengujian. (Saya pikir kalimat ini adalah “cara” bagaimana kita bisa diperlengkapi untuk bisa mengetahui apakah sebuah penamapakan asli atau palsu. Dan lebih dari itu, mulailah dengan membaca Alkitab yang teratur dan ikutilah Pemahaman Alkitab yang sehat sehingga dengan demikian kita bisa semakin mengetahui kebenaran firman Tuhan).

      Karena penampakan apapun, perlu diuji, apa yang “nyata” seperti yang “terlihat”, sebab kadang orang hanya mereka-reka penglihatannya dan menyimpulkan sebagai penampakan tertentu.

      Setan saja dapat menampakkan diri apalagi Tuhan, tetapi bisa jadi setan menyamar sebagai Tuhan (dan sayangnya ini yang paling sering terjadi, dan banyak orang tertipu). Bacalah Matius 24:23-27, ini adalah peringatan untuk kita.

      Semoga ini membantu…

      J.M.Zhong

  2. apakah semua penampakan tuhan yesus itu benar2 nyata ??
    mhon pnjelasannya

  3. yen says:

    shallom,

    saya amat tertarik dengan artikel di atas. ada kalanya saya juga ragu-ragu untuk mempercayai penampakan2 ini setelah saya membaca kandungan dalam bible yang mengatakan : (matius 24) pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu : lihat, Mesias ada di sini atau Mesias ada disana, jangan kamu percaya. sebab Mesias-Mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dasyat dan mujizat-mujizat, sahingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.

    bagaimana pula halnya bagi orang-orang yang bersaksi telah bertemu dengan Yesus dan yang mengatakan bahawa dirinya telah dibawa oleh Yesus ke syurga ?(cth, kesaksian Daud Tony) bolehkah kesaksian tersebut dipercayai?

    • Halo,
      Menjelang kedatangan kedua dari Kristus memang akan banyak sekali muncul penyesat dan penyesata. Hal ini sudah diperingatkan oleh Kristus, jadi kitatidak perlu aneh tapi perlu waspada.

      Mengenai pengakuan orang-orang yang dibawa ke sorga dan neraka saya pribadi tidak mepercayainya tapi saya percaya seperti yang dituliskan dalam Alkitab bahwa surga dan neraka adalah sebuah tempat yang benar-benar ada.

      Yang perlu dikritisi dari kesaksian seperti itu adalah:
      1. Kecukupan Alkitab. Jadi Alkitab sudah lebih dari cukup di dalam memberikan informasi kedua tempat tersebut, kita tidak memerlukan kesaksian orang-orang tertentu yang menkonfirmasi keberadaan kedua tempat tersebut. Bagaimana jika kesaksiannya adalah bahwa kedua tempat tersebut adalah fiktif? Apakah kepercayaan kita terhadap berita Alkitab akan luntur?

      2. Saya memerhatikan beberapa kesaksian orang yang mengaku pernah dibawa ke sorga ke neraka. Saya menemukan beberapa kejanggalan diantaranya adalah konsep terkenal bahwa iblis yang menyiksa orang-orang berdosadi neraka. Alkitab mengajarkan bahwa iblis beserta pengikutnya yang akan disiksa nanti di neraka, bukan menyiksa.

      b. kesaksian demikian ketika ditelusur ternyata banyak yang kesaksian palsu. Hal ini sangat memalukan kekristenan. Seperti contohnya adalah kesaksian mengenai seseorang yang dibawa ke neraka lalu disana ia melihat seorang Bhiuikku Myanmar yang terkenal. Ternyata ketika di cross check, di dalam sejarah Nyanmar tidak pernah ada nama Bhikkhu tersebut. Kalau terkenal seharusnya mudah dikenali. Anda bisa search di internet cerita ini.

      c. Mengenai Daud Tony saya tidak banyak mengikuti ceramah dia ataupun membaca buku dia. Namun sejauh yang saya baca dan dengar, isi dari ceramah dia bukan Injil tapi cerita mengenai dia sewaktu masih sebagai dukun.

      Semoga jawaban ini bisa membantu.

  4. djoko says:

    utk jiang dan pdt.tommy.
    menurut saya..untuk kesaksian org2 yg pernah melihat sorga dan neraka yg saya baca adalah benar adanya,sebab dialkitab sendiri bukan hanya mengatakan ttg adanya mesias palsu,akan tetapi ada jg ayat yg mengatakan bahwa teruna2mu akan mendapat penglihatan2..memang saya sepakat harus diuji dulu..adapun kesaksian2 yg saya baca di internet termasuk rahib budha tersebut menurut saya benar adanya,dan bisa diuji dgn cara :
    1. pertama2 kt harus memahami dulu bahwa kesaksian2 ini pastinya hanya berasal dari dua sumber saja,yaitu iblis/lucifer atau dari Allah??nah…sebenarnya sangat mudah kita memisahkan mana yg dari iblis dan mana yg dari Allah….jadi kita baca dan lihat saja,jika dalam kesaksian tsb ujung2nya membuat nama Tuhan yesus direndahkan,maka sdh pasti berasal dari iblis,akan ttp jk dalam kesaksian tersebut ujung2nya mengajarkan kita untuk lebih percaya pada yesus dan ajarannya atau lebih meyakini kita bahwa yesus betul2 ada dan sorga neraka itu betul2 ada,atau lebih meninggikan nama yesus,maka sudah pasti kesaksian ini berasal dari Allah…..bukankah iblis tdk mau nama yesus dipercaya dan ditinggikan???

    2. contohnya kesaksian rahib budha(saya sdh membacanya)…apakah nama yesus ditinggikan disini atau direndahkan??tentunya ditinggikan bukan??nah menyangkut anda cek apa ada nama rahib tersebut di myanmar dan dijawab tdk ada,maka saya tanya anda,kpd siapa anda bertanya???sudahkah anda bertanya kepada org2 kristen disana??krn kasetnya byk yg sdh beredar disana????jika anda bertanya kpd umat budha sendiri,maka meskipun mereka tahu,pasti mrk akan jawab tdk ada,bukan??krn rahib ini pastinya dianggap menghianati mereka…itu sama halnya anda bertanya kpd umat muslim ttg amran hamri yg mana seorang pemimpin muslim kalimantan yg masuk kristen,maka jwb mereka amran hamri bukan pemimpin,dia hanya org biasa,bahkan ada yg blng dia bukan muslim…itulah tabiat manusia…

    3. jika anda percaya bhw yesus sangat2 mengasihi manusia,maka anda hrs percaya akan kesaksian2 tsb..karena kita hrs sadar bahwa jaman sekarang manusia sdh semakin duniawi dan mengarah pada ketidakpercayaan akan adanya tuhan,atau neraka dan surga..coba tengok org2 yg atheis di eropa skarang justru adalah org2 yg berpendidikan tinggi dan sebelumnya mereka org2 kristen yg membaca alkitab…nah,,menurut saya,krn yesus sayang kpd kita dan ingin semakin banyak org masuk surga,maka dia harus dtg lagi mengingatkan manusia bahwa dia benar2 ada,dan apa yg ditulis di alkitab itu bukan kisah dongeng belaka,dan neraka dan surga itu nyata…jadi bukan krn firman di alkitab yg kurang lengkap,akan ttp,karena sifat dan kecenderungan manusia yg tidak gampang percaya dgn hanya membaca alkitab,maka yesus hrs kasih tahu lagi akan keberadaannya melalui org2 yg dipilihnya…ingat yesus sangat2 tahu akan sifat dan kecenderungan kita manusia..sehingga dia punya cara juga untuk menjangkaunya..agar manusia berbalik kepadanya.

    4. jika anda membaca seluruh kesaksian2 yg ada diinternet org2 yg pernah lihat neraka dan surga,maka gambaran neraka dan sorga yg diceritakan mereka pada prinsipnya sama,padahal mereka berasal dari negara2 yg berbeda dan latarbelakang berbeda dan mereka juga tidak saling kenal.ini menandakan bhw mereka tdk ngarang2..(contoh kesaksian baxter,choo thomas,angelica,ricardo dan 7 pemuda dari kolombia).

  5. djoko says:

    jika masalah penampakan seperti awan yg menyerupai salib,atau penampakan wajah yesus,maka saya sepakat bahwa bisa jadi ini adalah hal yg kebetulan terjadi(bukan krn pekerjaan Allah)…ttp bisa juga merupakan karya Rohkudus dlm mengingatkan umatnya???

  6. djoko says:

    mengenai iblis yg menyiksa di neraka,menurut saya, memang seharusnya begitu…kita tahu bersama bahwa neraka adalah tempatnya kerajaan iblis,dan di neraka itu isinya adalah kebencian,keputusasaan,penderitaan,permusuhan,pembalasan dendam, dll…jadi memang antara mereka sendiri nantinya yg akan saling menyiksa karena di neraka samasekali tidak ada kasih.,,makanya jangan sampe kita ke sana!!.jika bukan mereka yg saling menyiksa,apakah harus malaikat yg menyiksa??sementara malaikat tempatnya di sorga,bukan di neraka???..mudah2an penjelasan saya bisa diterima
    Tuhan memberkati

  7. johan says:

    Penampakan sebenarnya pengalaman pribadi orang yang mengalaminya. Benar tidaknya hanya Tuhan yang tahu. Tapi yang pasti jika penampakan itu membuat pribadi yang mengalaminya berubah dan semakin dekat dengan Tuhan berarti membawa dampak positif bagi pertumbuhan imannya. Tetapi saat ini yang sering terjadi banyak orang lebih percaya pada penampakan daripada menggali isi firman Tuhan. Kita bisa melihat begitu banyaknya orang mengikuti KKR dan terjadi penyembuhan atau mukjizat luar biasa di acara tersebut, tapi nyatanya banyak juga mereka yang mengalami keajaiban tersebut kembali kepada kehidupan lama.

    Kita harus hati-hati dengan penampakan agar tidak menjadi berhala dalam kehidupan percaya kita. setahu saya Yesus akan datang untuk mengangkat saleh-salehnya. Berarti kalau Dia menampakkan diri berarti Dia sudah datang ke dunia ini dan ini tentunya berlawanan dengan firman-Nya yang menyatakan bahwa Ia datang untuk menjemput orang-orang percaya. Kemudian masalah sorga dan neraka, Alkitab jelas menyatakan bahwa belum ada orang bisa datang ke sana sebelum hari penghakiman tiba. Sebab di hari penghakiman itulah nanti setiap pribadi ditentukan masuk neraka atau tidak. Yang ada saat ini adalah Hades dan Firdaus sebagai terminal penantian orang-orang yang sudah meninggal. Jadi tidak ada yang duluan masuk ke tempat itu. Nah… jika ada orang yang berkata sudah ke sana, pastilah sesuatu yang bertentangan dengan isi Alkitab. Bagi saya setiap kesaksian penampakan maupun penglihatan setiap orang saya anggap sebagai pengalaman pribadi yang tidak bisa dijadikan sebagai patokan iman untuk menjadi orang percaya atau tidak. Tetapi setidaknya penampakan dan penglihatan itu menandakan bahwa Tuhan itu ada dan sorga maupun neraka itu ada. Sebagai orang percaya kita tetap berpegang pada kebenaran yang absolut yaitu firman Tuhan.

    • yen says:

      shallom johan,

      saya amat tetarik dengan komen saudara. ya, saya sangat setuju dengan pendapat saudara bahawa tiada sesiapa yang pernah masuk ke syurga/neraka mahupun yang masih hidup atau yang telah meninggal sehingga tibanya hari penghakiman nanti. alkitab telah jelas mengatakan bahawa orang-orang yang sudah mati akan dibangkitkan bersama-sama dengan yang masih hidup untuk dihakimi. bermakna, tiada sesiapa yang akan ke syurga/neraka sebelum kiamat!

      sedikit sebanyak pemerhatian yang saya buat, saya mendapati kebanyakan orang pecaya dengan kesakian-kesaksian hebat yang mengatakan bahawa mereka telah melawat syurga. saya adalah salah seorang yang sangat-sangat mempercayai kesaksian-kesaksian sedemikian pada waktu itu. namun, setelah saya mula membuat kajian terhadap pekara tersebut saya mendapati ianya adalah sangat-sangat bertentangan dengan isi-isi alkitab.

      akan ada yang mengatakan bahawa kesaksian-kesaksian sedemikian banyak membangkitkan jiwa-jiwa yang lemah dan membuatkan mereka semakin teguh dalam iman. mungkin! kerana hal ini dapat dilihat dalam suasana KKR. tetapi mereka menerima bulat-bulat setiap kesaksian tanpa merujuk dahulu kebenarannya di dalam alkitab. apabila mereka menerima sesuatu kesaksiana yang banyak pengajaran tetapi bertentangan dengan alkitab, bukankah itu sudah menjadi suatu PENYESATAN?? bagi saya, kesaksian yang sedemikian adalah bermotifkan mencari keuntungan semata-mata.

      sekian.

  8. kadang kala manusia itu yang membuat kesesatan bagi umat lainnya,berarti dosa besar,

  9. Perjanjian lam ke perjanjian baru telah menjelaskan sedemikian rupa yang berrasal tahta permulaan dasar dari tuhan allah kita, yang bertujuan agar manusia didunia ini bisa mengimbangi perbuatan jahat dengan tidak baik,tinggal bagaimana kita melihat dari diri kita sendiri,

  10. Anonymous says:

    Hari ini saya tiba2 teringat dengan masa kecil saya di kupang tentang apa yang saya waktu saya kecil di kupang.. dan saya langsung dengean segera seaching di internet, tetapi tidak banyak informasi yamg saya dapatkan. Tapi saya berani bersaksi tentang penampakan gambar Tuhan Yesus yang terjadi di kupang tahun 95, saya tidak ingat pasti tgl berapa dan bulan apa peristiwa itu terjadi krn wktu itu saya masih duduk dibangku kelas 3 SD. Tapi masih sangat jelas diingatan saya ttg hal yang menggemparkan warga kota kupang saat itu. Masih jelas diingatan saya bnyak gedung gedung dan gereja2 termasuk rumah2 penduduk yang terlihat dengan sangat jelas berbagai penampakan gambar Tuhan Yesus yang secara jelas dan bukan samar2 atau abstrak. Dalam penampakan gambar tersebut ada yang secara jelas menggambarkan wajahYesus, ada yg menunjukan gambar Tuhan Yesus disalibkan, ada gmbar Tuhan Yesussedang memikul salib, dan yamg paling jelas saya ingat adalah gambar yang muncul dijndela tetangga saya yang menggambarkan dengan jelas seperto lukisan orang yang sedang berlututdan berdoa yang didepannya terdapat seorang yang sedang duduk di sebuah kursi besar sepertiseorang raja.
    Masih bnyak lagi gmbar yang muncul waktu itu, tepatnya di daerah pertokan di jalan w.j lalamentik dekat perempatan lampu merah. Saya sangat ingat waktu itu di jalan itu smua org dtg utk melihat dan semuanya hnya bisa menangis dan terheran2 memandang penampakan tersebut. Ukuran gmbrnya bervariasi antara 10×10 cm smpai 2×2 meter.
    Semoga kesaksian ini menjadi penguat iman untuk kita sebagai umat kristiani utk tetap berpegang teguhatas iman kita kepada Yesus Kristus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s