Komitmen


by:  Suzianty Herawati

A : Aku tidak menyukai istriku lagi !
B : Pulang dan cintailah dia..
A : Anda tidak mengerti aku, aku sudah tidak punya perasaan itu lagi.
B : Pulang dan cintailah dia..

A : Tetapi secara emosi aku berarti tidak jujur kalau aku memperlakukan istriku sepert itu, padahal aku tidak merasakannya.
B : Apakah menurutmu Ibu-mu mencintaimu ?
A : Tentu saja (dg mantap)
B: Kira-kira satu  minggu setelah ibumu pulang dari  RS & membawamu pulag, dan kamu menangis menjerit-jerit di tengah malam karena popokmu basah dan dia terpaksa bangun walau tubuhnya masih sangat letih, berjalan di lantai yang dingin tanpa alas kaki untuk mengganti popokmu dan menyusuimu. Apakah menurutmu dia sungguh-sungguh  menikmati itu semua?
A : Tidak… (menunduk)
B : Kalau begitu.. Apakah Ibumu secara emosi jg tidak jujur?

Ukuran besarnya cinta bukan karena dia menikmati mengganti popok di tengah malam, melainkan karena ibumu RELA melakukan itu semua meski dia tidak begitu menyukainya.

Pernikahan tidak hanya didasari persaan Cinta, lebih dari itu yaitu KOMITMEN.

Saat pertama seseorg menikahi istrinya pasti krn cinta, ttp cinta yg menggebu2 akan padam seiring dg berjalannya waktu.

Hanya Komitmen yg membuat Cinta manggebu2 menjadi Cinta yg matang dan dewasa.

Lalu.. Apa yg disebut dg Cinta Sejati ?? Cinta yang sifatnya turun ke bawah, yaitu: cinta yang tidak memikirkan untung rugi, cinta yang rela berkorban demi seseorg yang dikasihinya. Inilah cinta yang hrs diusahakan dalam setiap Pernikahan.

Ada orang berkata “aku cinta kamu”.. berarti : “aku ingin memilikimu & biarlah kamu kumiliki” adalah cinta yang egois karenn hanya bergantung pada Perasaan seseorg. Sebab perasaan akan dimakan oleh waktu  dan bisa saja perasaan ini muncul pada diri orang lain/pasangan orang lain.

Suasana hati mudah berubah, kondisi fisik semakin tua dan tidak menarik, komitmenlah yg menyelamatkan pernikahan.. Berani melakukan sebuah “tindakan” baik dalam keadaan suka maupun tidak untuk mengasihi pasangan & mempertahankan Pernikahan yang telah Tuhan anugrahkan.

About Jian Ming Zhong

In short, I am a five point calvinist, amillennial, post-trib rapture, paeudobaptistic (not for salvation), classical cessationism , and covenantal. I embrace Reformed Theology and subscribe to the WCF 1647. I do not break fellowship with anyone who holds to the essentials of the faith (i.e., the Trinity, the Deity of Christ, Jesus' Physical Resurrection, Virgin Birth, Salvation by Grace through Faith alone, Monotheism, and the Gospel being the death, burial, and resurrection of Jesus) but does not affirm Calvinist Theology in the non-essentials. I strongly believe that God's grace and mercy are so extensive that within the Christian community there is a wide range of beliefs and as long as the essentials are not violated, then anyone who holds to those essentials but differs in the non-essentials is my brother or sister in Christ. Romans 11:36 "For of Him and through Him and to Him are all things. To whom be Glory forever. Amen!"
This entry was posted in Devotional. Bookmark the permalink.