WHY ME? ANJING


Oleh: Yosia Immanuel K

“Yos, loe mau bisa bahasa Sunda gaul nggak?” suatu hari teman kampusku nanya begitu.

Lantas, kujawab aja,”Mau dong!”

“Caranya gampang, Yos,”ia melanjutkan. “Loe harus bias ngomong anjing. Gitu. Aja!”

Percakapan di atas terjadi beberapa waktu (tahun~red) yang lalu. Memang, sih, kalo kita perhatikan, akhir-akhir ini banyak orang yang ngomong anjing-anjingan, boh lalaki boh awewe. Bahkan, ada temanku yang kalo ngomong, sekalimat bisa ada 4 anjing. Heboh!

Kata “anjing” ini juga sudah diplesetkan menjadi beberapa bentuk: Anjir, Anjis, Anjrit, Anyiw, Anj…, dsb. Tetapi, substansinya tetap sama: ANJING.

Terkadang, ada beberapa orang yang tidak sadar, bahwa ketika ia ngomong pake anjing-anjingan, arti dari kalimat yang diucapkannya bisa berbeda sekali dengan yang ia maksud. Contoh, maksudnya ngomong begini: “Tong ngaheureuyan aing,nya! Nyaho, teu, bapa aing teh polisi!” Tapi gara-gara memasukkan kata anjing, kalimatnya berubah menjadi: “Tong ngaheureuyang aing, nya! Nyaho te, bapa aing teh, anjing, polisi!”

Kasihan sekali anak tadi ya! Bapaknya anjing polisi! Berarti dia anak anjing polisi. Ada satu pengalaman lain yang pernah kualami lagi. Ceritanya begini, suatu saat waktu aku berumur 10 tahunan maen sesepedaan di depan rumahku.

Tiba-tiba seorang anak berteriak begini,”Anjing siah, Yos! Baleg saeutik!”

Merasa namaku disebut dengan tidak hormat (apalagi sama anak sekecil itu), panaslah aku, lalu tereak,”Naon…! Ngajak gelut?! Sopan dikit!!!”

Anak yang ngomong tadi bengong sebentar, lalu berkata,”Maaf oom, saya ngomong sama temen saya, si Yos.” Sambil nunjuk temennya yang ternyata namanya Yos juga. OOPS!

Memalukan, sampe anak-anak kecil juga ngomong anjing-anjingan. Yang lebih memalukan, saya yang kegeeran. Namun ini merupakan suatu bukti nyata, bahwa orang lain bisa tersinggung, bila kita ngomong anjing-anjingan. Jadi kesimpulannya, jangan ngomong anjing-anjingan.

Menyedihkan., sampe anak-anak kecil juga ngomong anjing-anjingan. Yang lebih menyedihkan kalo sampe anak Tuhan (setidaknya yang mengaku demikian), juga ngomong anjing-anjingan. Sebab Tuhan telah menciptakan kita menurut gambar dan rupaNya. Sehingga kalo kita sembarangan ngomong anjing-anjingan, secara tidak langsung kita menghina Tuhan! Jadi kesimpulannya, jangan ngomong anjing-an

About Jian Ming Zhong

In short, I am a five point calvinist, amillennial, post-trib rapture, paeudobaptistic (not for salvation), classical cessationism , and covenantal. I embrace Reformed Theology and subscribe to the WCF 1647. I do not break fellowship with anyone who holds to the essentials of the faith (i.e., the Trinity, the Deity of Christ, Jesus' Physical Resurrection, Virgin Birth, Salvation by Grace through Faith alone, Monotheism, and the Gospel being the death, burial, and resurrection of Jesus) but does not affirm Calvinist Theology in the non-essentials. I strongly believe that God's grace and mercy are so extensive that within the Christian community there is a wide range of beliefs and as long as the essentials are not violated, then anyone who holds to those essentials but differs in the non-essentials is my brother or sister in Christ. Romans 11:36 "For of Him and through Him and to Him are all things. To whom be Glory forever. Amen!"
This entry was posted in Devotional and tagged , , , . Bookmark the permalink.