NGE-GOSSIP YUUUKKK….!!!!


Pengantar

Kita hidup dalam budaya dimana informasi itu sangat banyak bagaikan  emas. Semakin banyak informasi yang bisa anda dapatkan, simpan, dan kuasai, semakin besar kekuatan yang anda miliki. Kehausan akan informasi tentu saja didukung oleh industri media dan hiburan. Sebagai contoh, perhatikan berita–berita yang diberikan website media berita dan anda akan menemukan banyak informasi hanya dengan sekejap. Manusia ingin tahu mengenai berita terkini mengenai apa yang terjadi di dunia dan di negara tempat tinggalnya. Ada jenis informasi lain yang termasuk dalam hasil berita seperti ini – yaitu gossip. Seseorang bisa membaca berita mengenai selebritis dan kesukaan mereka atau hal pribadi secara mendetail mengenai kehidupan seseorang. Kelihatannya manusia mempunyai keinginan besar untuk mengetahui gosip, rumor mengenai kehidupan pribadi seseorang, yang mungkin benar mungkin juga tidak. Gosip tentu saja diinginkan oleh dunia, dunia seperti pada hakikatnya dan dunia itu berdosa. Tetapi malangnya, kehausan akan gosip juga mempengaruhi gereja.

Ada banyak orang dalam gereja yang suka untuk menjadi “orang yang tahu” (in the know). Mereka tidak hanya ingin menjadi orang pertama yang tahu apa yang terjadi dalam gereja, mereka juga suka menjadi orang yang pertama untuk memberi tahu pada orang lain. Masalah dengan pokok anggur gereja adalah bahwa banyak anggur yang asam jika tidak dipangkas. Sering orang mencari sumber informasi tetapi berdasar informasi dari orang kedua atau ketiga, maka informasi dengan segera berubah dari menunjukkan kebenaran menjadi suatu yang salah. Hal lain yang biasa terjadi adalah berbagi gosip di balik “permintaan doa”. Dalam kenyataannya, seseorang yang berbagi gosip dibalik permintaan doa seseorang tidak tertarik untuk mendoakan. Apa yang dikatakan Alkitab mengenai gosip dan bagaimana cara mencegah penyebarannya?

Apa yang dikatakan Alkitab mengenai gosip

Kita harus menyadari di mana Firman Tuhan menempatkan gosip dalam bagian sejarah. Alkitab berbicara dalam 2 jaman, “jaman sekarang yang jahat” (Gal 14) dan “masa yang akan datang” (Lukas 18:30; Ef 1:21;Ibr 6:5). Jaman sekarang yang jahat berada di bawah kuasa dosa dan kematian, hasil dari pekerjaan Adam yang pertama, dan masa yang akan datang berada di bawah kuasa Roh Kudus, hasil dari pekerjaan Adam yang kedua, yaitu Yesus Kristus (1 Kor 15:45-49). Setiap jaman mempunyai ciri–cirinya masing–masing. Jaman sekarang yang jahat ditandai dengan dosa dan kematian yang dihasilkan oleh kedagingan : “19Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, 20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, 21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. (Gal 5:19-21a). sebaliknya, pada masa yang akan datang, ditandai dengan 22Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,23 kelemahlembutan, penguasaan diri. (Gal 5:22-23). Perbedaan mencolok di antara kedua masa ini sangat jelas – cukup membuktikan kedua masa ini merupakan dua dunia yang berbeda, yang membuat Firman Tuhan menambahkan kata baru untuk ciptaan yang merupakan karya Kristus (2 Kor 5:17; Gal 6:15). Jadi dimanakah tempat yang cocok untuk gosip dalam sejarah?

Paulus menempatkan gosip dalam masa sekarang yang jahat. Dalam tegurannya pada jemaat Korintus ia menulis “For I fear that perhaps when I come I may find you not as I wish, and that you may find me not as you wish- that perhaps there may be quarreling, jealousy, anger, hostility, slander, gossip, conceit, and disorder” (2 Cor 12.20). [= “Sebab aku kuatir, bahwa apabila aku datang aku mendapati kamu tidak seperti yang kuinginkan dan kamu mendapati aku tidak seperti yang kamu inginkan. Aku kuatir akan adanya perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, fitnah, bisik-bisikan, keangkuhan, dan kerusuhan.” (2 Kor 12:20)]. Perhatikan bahwa gosip adalah pekerjaan daging, atau sesuatu yang merupakan ciri dari jaman sekarang yang jahat. Tempat gosip dalam sejarah memberikan kita pengertian yang lebih baik dari beberapa pernyataan yang Alkitab buat mengenai dosa ini.

Kitab Amsal banyak membahas mengenai gosip: “A gossip betrays confidence, but a trustworthy man keeps a secret” (Pro 11.13; NIV). [= “Siapa mengumpat, membuka rahasia, tetapi siapa yang setia, menutupi perkara.” (Amsal 11:13).] Ini terang–terang menyatakan bahwa seseorang yang bergosip mengkhianati teman. Seseorang yang dapat dipercaya tidak menyebarkan hal pribadi seseorang kepada orang lain. Amsal menunjuk, bahkan menyatakan, “A perverse man stirs up dissension, and a gossip separates close friends” (Pro 16.28; NIV) [=”Orang yang curang menimbulkan pertengkaran, dan seorang pemfitnah menceraikan sahabat yang karib.”(Ams 16:28).] Perhatikan dalam perbandingan ini, bahwa ketika kalimat pertama dan kalimat kedua berisi hal yang sama, tidak hanya karena sebuah gosip membuat pemisahan antara sahabat karib tetapi ayat ini juga membandingkan orang bergosip sebagai orang yang curang. Hubungan antara gosip dan kecurangan cukup dekat, jahat. Mengapa demikian? Ingatlah apa yang Paulus katakan mengenai orang yang melakukan perbuatan daging. “bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.” (Gal 5:21c). Camkan dalam pikiran posisi gosip dalam sejarah, seseorang yang bergosip membawa ciri jaman sekarang, bukan masa yang akan datang, Roh Kudus dan Kristus. Bagi orang yang belum percaya, gosip bukanlah suatu yang asing, dia sendiri, sebaliknya, di bawah kuasa dosa dan kematian. Bagi orang percaya, orang yang memiliki kuasa masa yang akan datang, Roh Kudus, dan disatukan dengan Kristus (Rom 8:28-29; 2 Kor 3:18), secara utuh dan sempurna di luar karakter untuk gosip. Orang Kristen yang bergosip seperti orang Israel yang, dibebaskan dari perbudakan di tanah Mesir, ingin kembali ke perbudakannya demi daging dan roti (Kel 16:3). Seperti Esau, perutnya dikenyangkan tetapi dibayar dengan hak kesulungan dan tanah perjanjian (Kej 25:29-34,Ibr 12:16). Tidak heran bahwa dalam kitab Amsal dinyatakan, “The words of a gossip are like choice morsels; they go down to a man’s inmost parts” (18.8; 26.22; NIV). [=“Perkataan pemfitnah seperti sedap-sedapan, yang masuk ke lubuk hati.; Seperti sedap-sedapan perkataan pemfitnah masuk ke lubuk hati.” (Ams 18:8;26:22).] Seseorang yang bergosip akan menikmati sedap – sedapan, dengan membayarnya dengan apa? Seseorang yang bergosip menikmati sedap –sedapan kematian, yang masuk dalam dirinya yang terdalam. Seseorang yang bergosip seperti orang Israel yang, tidak benar – benar berbalik dari Mesir, tetapi berpaling kembali kepada tuannya yang kejam. Seseorang yang bergosip kembali kepada perbudakan dibawah kuasa dosa dan kematian. Seperti yang kita lihat, gosip itu mematikan. Bagaimana kita menghindari dosa bergosip.

Menghindari dosa bergosip

Sekali lagi kita kembali ke Kitab Amsal untuk mendengarkan nasihatnya mengenai gosip: “A gossip betrays a confidence; so avoid a man who talks too much” (20.19; NIV).  [=“Siapa mengumpat, membuka rahasia, sebab itu janganlah engkau bergaul dengan orang yang bocor mulut.” (Amsal 20:19).] Perhatikan bahwa bagian pertama ayat ini berkata bahwa gosip akan mengkhianati kepercayaanmu. Ayat berikutnya mengatakan untuk menghindari orang yang bocor mulut. Dengan kata lain, gosip sering berhubungan dengan terlalu banyak berbicara. Yang terbaik adalah tidak mendiskusikan sesuatu. Ini adalah bukti, seperti contohnya, masalah pribadi. Jika orang yang mempercayakan masalah pribadinya kepada anda, jagalah kepercayaan dan rahasianya. Jangan membicarakan hal itu dengan orang lain. Satu–satunya yang dapat anda percaya untuk membicarakan masalah mereka adalah dengan Bapa kita yang di surga dengan berdoa. Selain itu, kadang yang terbaik adalah tidak mendiskusikan sesuatu, karena tentang hal ini Amsal mengatakan : “Without wood a fire goes out; without gossip a quarrel dies down” (Pro 26.20; NIV). [=“Bila kayu habis, padamlah api; bila pemfitnah tak ada, redalah pertengkaran”(Amsal 26:20).] Apa yang mendukung gosip? Kita telah mendengar suatu ungkapan klise, “Orang yang bodoh adalah tempat kerja iblis.” Kebodohan seringkali mendukung gosip seperti yang diungkapkan Paulus mengenai janda muda: “Lagipula dengan keluar masuk rumah orang, mereka membiasakan diri bermalas-malas dan bukan hanya bermalas-malas saja, tetapi juga meleter dan mencampuri soal orang lain dan mengatakan hal-hal yang tidak pantas. (1Tim 5:13). Cara utama kita untuk menghindari gosip, dengan mengenali akarnya, gosip jelas bertentangan dengan orang Kristen karena menimbulkan dosa kesombongan.

Penggosip ingin dilihat sebagai orang yang “paling tahu” atau ia ingin menyebarkan gosip mengenai orang lain sehingga ia terlihat hebat. Sebaliknya, jalan rendah hati, jalan salib dan karakter Kristus mengatakan bahwa sesama kita lebih penting (Fil 2:5-11). Sebagai anak Allah dan anak terang (Rom 8:16,Ef 5:8) kita dibebaskan dari kuasa dosa dan kematian dan berada dalam Kristus dan Roh Kudus. Kita disatukan dengan rupa Kristus. Camkan hal ini dalam pikiran kita, kita harus menyadari bawah kesombongan merupakan inti dari gosip, yang bertentangan dengan rupa Kristus yang kita sandang. Seseorang yang memiliki rupa Kristus, dan yang diam dalam kuasa masa yang akan datang, Roh Kudus, menabur kasih, bukan pertentangan. Ia ingin melindungi temannya, menuntun dan mengorbankan keinginannya untuk “untuk tahu” bahkan menghargai kehormatan seseorang. Jika kita dipenuhi buah Roh, maka ini berarti kita menempatkan diri kita dalam rupa Kristus ketika itu menjadi gosip. Apa respon Kristus terhadap gosip?

Ketika seseorang membawa bahan gosip, tolaklah untuk memakannya. Dengan lembut, dan dengan kasih, ingatkan akan racun gosip yang ia bawa. Ketika seorang teman memberi tahu kita mengenai sesuatu yang pribadi, simpan itu dalam diri kita dan bawalah itu kepada Bapa kita di surga dalam doa. Daripada menebar gosip dan membuat perpecahan, taburkan kasih. Kita sering cepat untuk bergosip tentang saudara seiman kita, seberapa sering kita membagikan kata–kata yang baik mengenainya? Ketika kita digoda oleh gosip, marilah kita berbalik kepada Bapa kita di surga bahwa Ia akan menyatukan kita dengan rupa Kristus dengan kuasa masa depan, Roh Kudus–sehingga Ia akan memberikan buahnya kepada kita.

Kesimpulan

Kita hidup dalam suatu masa di mana 2 masa saling tumpang tindih – masa sekarang yang jahat dan masa yang akan datang. Kita mempunyai pilihan ketika sesuatu menjadi gosip. Kita tidak harus menjadi serupa dengan dunia ini tetapi harus diubahkan dengan memperbaharui pikiran kita (Rom 12:1-2). Kita dapat menyerah pada jaman sekarang yang jahat dan memberikan diri kita dikuasai dosa dan kematian yang otomatis menghalangi terang Kristus di bawah kegelapan dosa. Atau, kita dapat menolak untuk kembali ke Mesir dan berada di bawah terang Kristus di tengah kegelapan. Mari kita tidak kembali ke Mesir untuk sedap–sedapan tetapi memiliki pikiran Kristus, sehingga kita dapat mengasihi sesama kita dan memuliakan Bapa kita di surga dengan mempunyai kata – kata penuh kasih, bukan gosip, dalam mulut kita.

About Jian Ming Zhong

In short, I am a five point calvinist, amillennial, post-trib rapture, paeudobaptistic (not for salvation), classical cessationism , and covenantal. I embrace Reformed Theology and subscribe to the WCF 1647. I do not break fellowship with anyone who holds to the essentials of the faith (i.e., the Trinity, the Deity of Christ, Jesus' Physical Resurrection, Virgin Birth, Salvation by Grace through Faith alone, Monotheism, and the Gospel being the death, burial, and resurrection of Jesus) but does not affirm Calvinist Theology in the non-essentials. I strongly believe that God's grace and mercy are so extensive that within the Christian community there is a wide range of beliefs and as long as the essentials are not violated, then anyone who holds to those essentials but differs in the non-essentials is my brother or sister in Christ. Romans 11:36 "For of Him and through Him and to Him are all things. To whom be Glory forever. Amen!"
This entry was posted in Articles and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s