Dampak Musik Terhadap Kesehatan


Bahan dari “Conference Handbook 15th World Chinese Church Music Camp”

Banyak orang mengakui pengaruh musik dapat merubah metabolisme manusia, supaya orang bisa rilek. Menurut penelitian ilmu pengetahuan tubuh manusia itu selalu cenderung meresponi kecepatan irama, nada suara dari luar. Tatkala seseorang mendengar suara yang kecepatan ritmenya mencapai 60-90 kali per menit, manusia dibawa dalam keadaan rilek karena kecepatan ini merupakan kecepatan detak jantung yang sempurna. Di samping itu jalan pikiran menjadi lebih gesit, daya ingat dan daya belajar juga meningkat. Psikolog dari Bulgaria, Dr. Geargie Lozanov di dalam penelitiannya tentang efisiensi waktu untuk belajar, telah ditemukan bahwa cara untuk mempersingkat waktu belajar adalah dengan mendengarkan gubahan musik dari Bach, Hendel, Tchaikovsky, yang biasanya dikategorikan dengan musik Baroq atau Romantik. Musik-musik tersebut memiliki ciri khas yaitu beat yang lambat dan rythm yang dinamis dan enerjik serta memiliki kalimat musik yang mengalir, lembut, tapi powerful. Musik yang lambat dapat menyebabkan gelombang otak pada keadaan prima (alpha). Dalam keadaan tenang seperti ini otak berada dalam keadaan jernih. Daya belajar dan daya serapnya paling tinggi.

Marianne Locke adalah seorang direktur manajer dari lembaga yang menyediakan buku pelajaran “Imajinasi Anda” untuk 30 sekolah musik di California. Tatkala mereka memperdengarkan musik tradisional Cina dan Jepang maupun alunan musik yang lembut lainnya di hadapan murid-murid, ternyata murid-murid mereka menjadi tenang, berkonsentrasi penuh dan hasil belajar menjadi maksimal. Sebaliknya musik dengan tempo yang cepat, melodi yang keras, gelombang suara yang besar dapat menimbulkan pola pikir yang terganggu, tegang, dan tidak konsentrasi. Akibatnya daya belajar menurun. Dengan teori yang sama para pakar setuju bahwa pendidikan bayi harus dimulai sejak dalam kandungan ibu. Mereka menyarankan banyak mendengar musik dari Mozart untuk mendidik bayi dalam kandungan. Dengan mendengarkan musik klasik, mereka berada dalam keadaan yang rilek. Hal ini akan menyebabkan tekanan darah manusia menurun, pernafasan dan metabolisme tubuh relatif teratur. Dengan kata lain daya tahan tubuh terhadap stres akan lebih kuat. Pada waktu mendengarkan musik tersebut tubuh kita dapat memproduksi endoprin yang fungsinya mengurangi rasa sakit dalam tubuh. Oleh sebab itu para dokter gigi memperdengarkan musik tenang dalam ruang prakteknya. Di samping pengaruh musik klasik juga dapat menambah produksi sel darah putih “SIGA” dalam air liur yang mengurangi infeksi. Seorang ahli jantung Dr. Raymond Bahr, percaya betul bahwa dengan mendengarkan musik klasik selama setengah jam sama dengan memberikan obat penenang Diazepam sebanyak 10 mg. Perlu diketahui Dr Raymond bekerja di Rehabilitasi Penyakit Jantung.

Muzak adalah perusahaan raksasa yang khusus membuat mood songs. Latar belakang musik yang diputar di hotel dan tempat praktek dokter bertujuan membuat suasana dan lingkungan menjadi tenang dan rilek, sehingga mereka dengan sabar dapat menunggu giliran nama mereka dipanggil. Hasilnya ternyata sangat sukses.

Sebaliknya ada jenis musik lain yang bertolak belakang dengan hal di atas, seperti yang dilaporkan oleh seorang penulis yang bernama Joseph Lanza di dalam bukunya yang berjudul “Elevator Music”. Beliau memberi laporan, beberapa tamu hotel Hilton di Las Vegas yang mengidap penyakit “Petit mal epilepsi” ternyata kambuh setelah pihak hotel memperdengarkan lagu rock’n’roll sebagai musik latar mereka. Selain itu literatur kedokteran melaporkan ada 76 kasus penyakit “Musicogenic Epilepsi” yang kambuh akibat pengaruh musik semacam itu. Musik yang menyebabkan tubuh bergoyang itu menyebabkan ketidakseimbangan otak dalam memproduksi cairan yang mengontrol komunikasi. Bahkan menghasilkan manusia yang tidak stabil emosinya yang dapat menimbulkan keinginan untuk bunuh diri.

Ketika Chopin berusia 10 tahun, ia memainkan piano untuk gubernur Polandia “Konstantin” yang berpenyakit epilepsi. Saat mendengar musik tersebut, gubernur Polandia itu ternyata mampu menahan kambuhnya penyakit yang dideritanya.

Seorang psikolog ahli syaraf otak Dr. William Kelvin, di dalam bukunya “Cara Otak Berpikir” menunjukkan bahwa para komposer menganggap suara over-tone yang murni seperti suara alat musik flute dapat menghibur dan menenangkan hati manusia. Tetapi over-tone acak seperti yang diproduksi dari metal dapat menimbulkan suara, seperti suara ancaman dan peringatan. Tahun 1978 seorang ahli musik terapi dari California mengadakan ujian kepada 240 anak yang umurnya berkisar 10-18 tahun. Mereka disuruh mendengar musik rock. Ternyata emosi mereka tak menentu, yang menjurus keinginan untuk bunuh diri. Dan hasil tesnya diberikan kepada seorang pakar psikolog untuk diteliti, pakar itu mengatakan 240 anak-anak itu telah mengidap penyakit jiwa.

Menurut Dr. Andrew W, musik tradisional Bali seperti gamelan meskipun memiliki cara main yang berbeda dengan alat musik perkusi lain, waktu dimainkan sebagai sarana pendorong bagi prajurit yang akan berperang, itupun sudah dapat menyebabkan hormon anak ginjal dari para prajurit mengalir begitu derasnya sehingga mereka dengan emosionalnya ingin menghancurkan barang-barang yang ada di sekitarnya. Apalagi dengan bunyi yang keras yang dihasilkan dari alat perkusi, akan menimbulkan dampak yang lebih besar.

Cara memainkan alat perkusi berteknik tinggi telah dikembangkan di Afrika. Hal ini cukup dapat menyebabkan alam bawah sadar manusia berubah, termasuk merangsang gairah seks, tertidur, tak sadarkan diri sampai dirasuk setan..

Sekarang kita akan mengemukakan suatu fakta. Patty Hearst, pada tahun 1974 bulan Februari disandera oleh tentara pembebasan SLA. Pada saat disandera Patty tiba-tiba berubah tingkah lakunya. Ia justru melakukan perampokan sebuah Bank untuk SLA. Mengapa Patty mengalami perubahan sedrastis itu? Tahun 1976 Majalah Newsweek memuat sebuah artikel William Surgeon, seorang ahli cuci otak terkemuka dari Inggris. William Surgeon mengadakan pemeriksaan terhadap Patty dan menarik kesimpulan yang mengejutkan. Ia mengatakan apabila sistem syaraf manusia selalu berada dalam keadaan stres dan terlalu dikontrol maka menghasilkan reaksi yang berlawanan dari aktivitas otak itu. Hal itu terjadi karena Patty dipaksa untuk mendengarkan lagu-lagu metal, rock yang keras secara terus-menerus yang berisikan kemarahan, kesenangan, kesedihan secara emosional dan ekstrim. Musik yang memiliki getaran frekuensi tinggi apabila bergabung dengan molekul kaca yang memiliki kecepatan yang tinggi dapat menggetarkan bahkan menghancurkan kaca itu.

Bob Larson di dalam bukunya yang berjudul The Day Music Dead, mengatakan hal yang sama. Apabila manusia mengikuti gerak dari musik rock’n’roll secara teratur, maka akan menimbulkan perubahan fisik dari manusia itu. Di pihak lain, Dr. Arll W.Flosdorf dan Dr. Leslie A.Cahmbers dengan serentetan percobaan membuktikan, suara yang melengking apabila dimasukkan dalam media cairan yang mengandung putih telur maka cairan putih telur itu akan membeku dan mengeras. Para remaja penggemar musik rock yang membawa telur 1/2  matang pada acara pertunjukan, ternyata telur 1/2 matang tersebut menjadi matang pada pertengahan acara. Hal ini disebabkan oleh karena gelombang suara dari musik rock’n’roll.

Dengan menggunakan alat yang canggih untuk mendeteksi keadaan otak dan ahli syaraf otak dari Canada, dr. Robert J. Zatorre, mengatakan bahwa pada waktu mengdengarkan musik dengan memejamkan mata maka syaraf otak kanan pendengaran menjadi aktif. Di samping itu otak kanan bagian belakang yang mengontrol indera penglihatan pusat ikut menjadi aktif, sehingga dapat menimbulkan suatu imajinasi yang berhubungan dengan isi musik itu.

Peneliti dari Universitas Harvard yang bernama Jeromy Kagan memberikan laporan menarik dari suatu hasil percobaan. Apabila kita memperlihatkan sebuah barang yang menarik kepada bayi maka hal ini akan merangsang indera penglihatan untuk menggerakkan organ kaki dan tangan bayi. Tetapi apabila dirangsang indera pendengarannya dengan musik yang lembut maka bayi akan menjadi tenang dan diam. Setelah Dr. Jeromy melakukan kedua percobaan tersebut secara bersamaan, maka konsentrasi bayi menjadi buyar karena imajinasinya terhambat.

Rangsangan yang berulang-ulang seperti contohnya bentuk musik yang liriknya sama atau lagu yang diperdengarkan berulang-ulang akan menimbulkan citra yang sama yaitu si pendengar akan menjadi kurang tertarik. Bahkan merasa sumpek, lelah dan akhirnya memperlambat daya pikir. Hal ini berakibat mempersulit penyerapan dari arti kata-kata itu sendiri.

Penilaian terhadap musik itu memang berbeda, tergantung pada sikap subjektif dan faktor psikologi dari masing-masing orang. Tetapi melalui penelitian reaksi tumbuh-tumbuhan terhadap musik, kita percaya warna suara itu akan secara obyektif langsung mempengaruhi sel-sel dan pertumbuhan dari tumbuhan itu sendiri.

Laporan dari Harian Denver di Colorado melaporkan sebuah penilaian yang dilakukan Dorothy dengan tumbuh-tumbuhan sejenis yang ditanam dalam 5 kotak yang tertutup rapat diberi pupuk, SM, dan kelembaban suhu yang sama. Hal itu dilakukan dalam suatu pengawasan yang cukup teliti. Tiap-tiap hari pada waktu tertentu 5 kotak tersebut diperdengarkan musik yang berbeda. Setelah 4 minggu kemudian, didapatkan hasil sebagai berikut :

  1. Tumbuhan yang diperdengarkan musik dari siaran radio KIMN (musik rock), dalam minggu ke-2 arah tumbuhnya menjauhi speaker dan tidak beraturan bahkan tidak berbunga. Setelah 1 bulan, tumbuhan itu kering dan mati.
  2. Tumbuhan yang diperdengarkan musik klasik, menumbuhkan akar dan batang yang panjang.
  3. Tumbuhan yang diperdengarkan musik Avant Garde Artonal Music, tumbuhnya menjauhi speaker dan akarnya tumbuh lebih pendek dari tumbuhan ke-2.
  4. Tumbuhan yang diperdengarkan semi klasik dari siaran KLIR, bertumbuh mendekati speaker bahkan menghasilkan 6 kuntum bunga yang indah.
  5. Tumbuhan yang diperdengarkan musik ibadah bercorak klasik dan tenang, tumbuhnya lebih tinggi 2 inci dibanding dengan tumbuhan ke-2 dan paling mendekati speaker.

Melalui percobaan di atas disimpulkan bahwa tumbuh-tumbuhan lebih senang bergaul dengan musik klasik dan tumbuhnya lebih kuat dan sehat. Tumbuh-tumbuhan yang mendengarkan musik rock, pertumbuhannya cenderung menjauhi suara itu bahkan seluruhya mati dalam 4 minggu. Dengan demikian David Tham menyimpulkan, “Permainan dari alat alat musik perkusi gelombang demi gelombang telah melanda seluruh Amerika, Eropa Barat, Afrika sampai Asia.menyebabkan jiwa dan roh tidak dapat masuk dalam kebenaran yang kekal dan mencapai suatu taraf ketenangan mental yang sesungguhnya.

Musik pop yang mengandung gelombang suara yang tinggi dan memiliki ritme yang mendebarkan jantung dapat menimbulkan kekacauan dalam aktivitas tubuh. Hal ini justru merupakan daya tarik lahiriah yang menarik bagi anak-anak muda. Tetapi sebetulnya hal ini menyebabkan ketegangan, buyarnya konsentrasi, jalan pikiran terhambat dan sulit merenungkan dan menerima suatu kabar. Dan yang paling ekstrim ialah dapat menyebabkan matinya tumbuh-tumbuhan.

“Saya percaya tidak ada seorang ibupun yang memilih jenis musik seperti itu untuk diperdengarkan kepada bayi yang sedang dikandungnya atau pada anak-anaknya. Di lain pihak, musik klasik dapat membuat pikiran menjadi jernih, mudah berkonsentrasi, tenang menikmati makna ritme dalam musik itu. Untuk mengerti hal ini dibutuhkan suatu penelitian dan perasaan hati yang mendalam. Barulah hal ini dapat menyentuh lubuk hati dan pikiran kita yang terdalam.” kata Dr. Jia Lu Chen, Psikolog Kondang dari Hongkong.