Keingingan daging dan keinginan Roh (Roma 8:6)


Oleh: John Owen

Surat Roma 8:6: Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. (Roma 8:6)

Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. Hidup… damai sejahtera… maut! Siapa yang tidak ingin memilih hidup dan damai sejahtera? Tetapi Paulus berkata bahwa ini hanya dapat dimiliki oleh orang yang berpola pikir rohani. Sebaliknya, tidak berpola pikir rohani akan mendatangkan maut. Paulus tidak memberikan kemungikan ketiga. Jadi, apa yang dimaksud dengan hidup dan damai sejahtera? Bagaimana kita dapat mengetahui bahwa kita telah berpola pikir rohani atau belum? Hal-hal inilah yang akan saya coba selidiki dan uji (…)

Ini bukanlah hal yang sederhana, karena seringkali secara bersamaan kita dapat merasakan pengaruh keduanya, baik pola pikir rohani maupun pola pikir duaniawi. Orang Kristen akan menyadari adanya peperangan yang tak berkesudahan di antara keduanya (Gal 5:17). Bagaimana kita dapat dengan yakin menyatakan kondisi pikiran kita? Bagaimana kita dapat meyakini bahwa kita tidak sedang menipu diri sendiri? Berada di bawah kendali suatu pola pikiran duniawi berarti berseteru dengan Allah (Roma 8:8), dan akibatnya kita akan mendapatkan maut (Roma 8:13). Ini merupakan suatu pertentangan tragis dengan hidup dan damai sejahtera!

Apa yang Paulus maksudkan dengan pola pikir rohani? Kata ‘roh’ dalam Kitab Suci dapat berarti ‘Roh Kudus’ (Roma 8:9), atau ‘kehidupan rohani yang dihasilkan oleh Roh Kudus di dalam diri orang percaya’ (Yohanes 3:6). Menurut saya, istilah pola pikir rohani yang Paulus maksudkan di sini menunjuk kepada orientasi kehidupan rohani di dalam diri orang percaya.

Kerohanian yang baru ini akan memampukan orang percaya untuk merenungkan dan bersukacita di dalam hal-hal rohani – hal yang belum pernah terjadi sebelum pertobatan! Orang dunia hanya mengasihi hal-hal duniawi, tetapi orang percaya akan memberikan prioritas yang tinggi untuk dapat lebih mengasihi hal-hal rohani. Kita dapat menerjemahkan istilah pola pikir rohani ke dalam tiga cakupan pengertian: (1) Pikiran yang terus mengarah kepada pemikiran akan hal-hal rohani, dan (2) Kasih terhadap hal-hal rohani yang terus bertumbuh, dan (3) Pengalaman kepenuhan sejati yang diperoleh malalui hal-hal rohani. (…)

Mungkin anda dapat lebih membantu bila kita juga meninjau pengertian dari ungkapan ‘berpola pikir duniawi’. Ini akan membuat kita dapat lebih menghargai nilai dari suatu pola pikir rohani. Contohnya, pada orang-orang yang berpola pikir duniawi, kecintaan akan hal-hal duniawi akan sangat menguasai pikiran mereka. Tidak ada kasih akan hal-hal rohani pada diri mereka.

Bahkan orang-orang Kristen yang sungguh-sungguh pun, kadangkala dapat terlalu mencintai hal duniawi. Hal itu mengakibatkan kerohanian mereka menjadi tidak sehat lagi. Orang-orang semacam ini tidak akan memiliki damai sejahtera yang merupakan buah dari kerohanian yang sehat. Sebagian orang mengetahui keberadaan hal-hal rohani, namum tidak berhasil memaksa diri mereka sendiri untuk mencarinya. Maka, dari keseluruhan contoh di atas terbukti bahwa pola pikir duniawi memang merupakan musuh dari pola pikir rohani.

Dari: Berpola Pikir Rohani, oleh: John Owen (1616-1683)
Buku diterbikan oleh Lembaga Reformed Injili Indonesia

About these ads

About Jian Ming Zhong

In short, I am a five point calvinist, amillennial, post-trib rapture, paeudobaptistic (not for salvation), classical cessationism , and covenantal. I embrace Reformed Theology and subscribe to the WCF 1647. I do not break fellowship with anyone who holds to the essentials of the faith (i.e., the Trinity, the Deity of Christ, Jesus' Physical Resurrection, Virgin Birth, Salvation by Grace through Faith alone, Monotheism, and the Gospel being the death, burial, and resurrection of Jesus) but does not affirm Calvinist Theology in the non-essentials. I strongly believe that God's grace and mercy are so extensive that within the Christian community there is a wide range of beliefs and as long as the essentials are not violated, then anyone who holds to those essentials but differs in the non-essentials is my brother or sister in Christ. Romans 11:36 "For of Him and through Him and to Him are all things. To whom be Glory forever. Amen!"
This entry was posted in Articles and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s