Konsep Gereja yang Bertumbuh


Lihat juga : Kepemimpinan Kristes VS Kepemimpinan Sekuler

Oleh: Pdt. Andi Halim, S.Th.

Kis. 2:41-47, 17:11

Pada umumnya orang menyadari bahwa pertumbuhan gereja yang sehat bukan masalah kuantitas tetapi kualitas. Namun meskipun yang ditekankan adalah kualitas, seringkali kesimpulan akhirnya tetaplah kenaikan kuantitas. Jarang ada penulis yang bersaksi bahwa karena menekankan kualitas, sampai hari ini jumlah jemaatnya tidak bertambah melainkan tetap.

Bagaimana dengan gereja-gereja yang pernah dilayani oleh para rasul? Kita tahu bahwa setelah Petrus berkotbah 3000 orang bertobat. Alkitab juga mencatat bahwa jumlah mereka ditambahkan sehari lepas sehari. Tetapi di mana sekarang gereja-gereja yang dulu dilayani oleh para rasul itu? Di mana gereja Yerusalem, Efesus, Korintus, Kolose, Filipi, Galatia? Jika konsep gereja yang bertumbuh itu diartikan dengan perluasan dan perkembangan, maka rasul-rasul itu bisa dikatakan tidak berhasil dalam mendirikan gereja – karena sekarang gereja-gereja yang dilayani para rasul dulu tinggallah puing-puing saja. Ini harus menjadi pemikiran kita mengenai apa artinya gereja yang bertumbuh. Karena itu, gereja yang bertumbuh tidak berarti harus selalu eksis di sepanjang zaman dan terus memperbanyak diri. Kelihatannya ini bukan cara Tuhan.

Gereja yang bertumbuh menurut Alkitab:

Pertama, kita harus menangkap spirit dan bukan permukaan atau gejala lahiriah. Jika kita hanya menangkap hal-hal lahiriah, maka kita akan kecewa karena gereja mula-mula tidak ada bekasnya sekarang. Spirit gereja yang bertumbuh adalah terdiri dari jemaat yang sudah lahir baru dan bertobat menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Tanpa hal ini, gereja hanya akan menjalani formalitas belaka dan inilah yang dibenci oleh Allah Bapa dan dikritik dalam Alkitab. Allah pernah berkata, “Aku muak dengan segala aktivitasmu karena tidak disertai dengan pertobatan yang sejati.” Ribuan kali orang lupa dan menjalani ibadah dengan berpusat pada diri dan bukan mengutamakan Allah. Dalam Perjanjian Lama Allah berkata, “Bangsa ini memuliakan Aku hanya dengan bibirnya, tetapi hatinya jauh daripada-Ku.”  Adakah hati kita yang benar-benar mau tunduk pada Allah dan mengutamakan Dia di atas segala-galanya? Tanpa ini, apa yang kita jalani hanyalah kepalsuan. Jadi gereja yang bertumbuh adalah gereja yang terdiri dari jemaat yang lahir baru dan berpusat pada Tuhan.

Jemaat mula-mula adalah jemaat yang berpusat pada Tuhan, ada tindakan-tindakan nyata yang mereka lakukan. Perubahan yang esensial adalah perubahan tujuan hidup, kalau dulu untuk kepentingan diri sekarang untuk kemuliaan Allah yang kita sembah. Allah yang kita sembah adalah Raja di atas segala raja yang patut kita sembah. Hidup kristen bukan hidup untuk dirinya lagi. Kita sudah dibeli dan harganya telah lunas dibayar karena itu muliakanlah Allah dengan seluruh hidup kita. Ini hal yang sangat mendasar tentang gereja yang bertumbuh. Jika kita sudah memiliki dasar ini, jelas responnya akan berbeda.

Mari kita menangkap spirit jemaat mula-mula dalam Kis.2:41-47 yang kita baca tadi. Spirit mereka adalah bertekun dalam pengajaran rasul-rasul, yaitu rindu untuk terus-menerus belajar. Kebenaran yang kita pelajari adalah seperti mata air yang tidak akan pernah berhenti mengalir. Makin kita menggali firman akan makin berlimpah-limpah. Menjadi orang Reformed tidak boleh berhenti belajar. Jika kita hanya seminggu sekali mendengar firman, tidak pernah membaca buku-buku rohani, tidak pernah belajar menafsirkan firman dengan baik, tidak mungkin kita menjadi gereja yang bertumbuh. Spirit untuk mengerti kebenaran harus dimiliki oleh setiap kita. Jika kita belum memilikinya, minta pada Tuhan dan koreksi diri.

Kis. 17:11. Jemaat mula-mula menerima firman dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci. Setiap hari belajar firman! Ini bukan hanya firman yang masuk otak saja dan dilupakan, bukan juga sebagai teori-teori yang memuaskan otak tetapi firman yang betul-betul menegur, menginsyafkan, mengoreksi dan mengubah hidup. Orang yang berhikmat adalah orang yang mau menerima teguran. Kita harusnya bersyukur jika ditegur oleh orang yang sungguh-sungguh bicara kebenaran karena berarti ada yang mengingatkan. Nabi asli dari dulu dibenci karena yang mereka lakukan adalah menegur raja. Raja adalah orang yang paling berkuasa. Orang yang menegur raja bisa dipenggal kepalanya. Raja-raja seringkali lebih senang dengan nabi palsu yang berkata hal-hal yang baik. Tetapi nabi diutus Tuhan untuk menegur mereka yang berdosa.

Jika gereja kita mau sehat, mari mulai dengan pertobatan yang sejati dan mengutamakan hal yang paling esensial dalam hidup yaitu firman. Mari bertumbuh sebagai orang percaya yang mengutamakan firman dan doa. Ini mungkin sudah mulai disepelekan oleh orang-orang Reformed. Ada orang-orang yang lebih senang baca buku-buku teologi daripada Alkitab dan kehilangan kerinduan berdoa. Ini bahaya. Apa yang terjadi dengan gereja-gereja yang dibina oleh rasul Paulus dan rasul-rasul lain? Mengapa semuanya lenyap dan habis? Bukankah mereka awalnya memiliki semangat berkobar dan bernyala-nyala?

Hidup kita hanya sementara, karena itu jangan memikirkan hal-hal yang sementara. Dengan kata lain, gereja harus terdiri dari jemaat yang mau belajar dan mau mengutamakan firman dan doa!

About these ads

About Jian Ming Zhong

In short, I am a five point calvinist, amillennial, post-trib rapture, paeudobaptistic (not for salvation), classical cessationism , and covenantal. I embrace Reformed Theology and subscribe to the WCF 1647. I do not break fellowship with anyone who holds to the essentials of the faith (i.e., the Trinity, the Deity of Christ, Jesus' Physical Resurrection, Virgin Birth, Salvation by Grace through Faith alone, Monotheism, and the Gospel being the death, burial, and resurrection of Jesus) but does not affirm Calvinist Theology in the non-essentials. I strongly believe that God's grace and mercy are so extensive that within the Christian community there is a wide range of beliefs and as long as the essentials are not violated, then anyone who holds to those essentials but differs in the non-essentials is my brother or sister in Christ. Romans 11:36 "For of Him and through Him and to Him are all things. To whom be Glory forever. Amen!"
This entry was posted in Articles and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s